Ilustrasi: (Foto: Reuters) JAKARTA - PT PLN (Persero) membutuhkan dana investasi segar setidaknya sekira Rp115 triliun pada tahun ini untuk menyelesaikan planning-planning yang sudah dipersiapkan sebelumnya termasuk pembangunan pembangkit listrik serta penambahan jaringan.
"Kami setidaknya tahun ini butuh investasi Rp115 triliun agar semua program PLN yang sudah diplanning jalan semua," ucap Direktur Utama PLN, Nur Pamudji di Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Dia menegaskan, jika program ini ditunda akan muncul persoalan bukan pada tahun ini melainkan pada tahun depan hingga dua tahun mendatang.
"Bangun tower seperti ini tidak dua bulan, sebulan. Kalau telat, persoalannya bisa timbul kekurangan pasokan listrik yang ketidakmampuan penyaluran ditahun-tahun selanjutnya," imbuhnya.
Dia menjelaskan, dana investasi ini merupakan subsidi dari pemerintah. Seperti yang diketahui, subsidi listrik PLN pada APBN-P 2014 meningkat jadi sekira Rp100 triliun dari APBN 2014 sebelumnya Rp76 triliun.
"Makanya kita ingin berusaha meyakinkan pemerintah dan DPR, persoalannya bukan harus ada proyek, bukan itu tapi mencukupi pertumbuhan listrik," tegas dia.
Menurut Nur, untuk investasi jaringan tidak bisa mengandalkan pihak swasta. Pasalnya, swasta (Independent Power Producer/IPP) hanya untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik tidak dengan penambahan jaringan.
"Investor IPP itu sangat bergairah, mereka tanya kapan nih proyek baru? Pihak IPP kan swasta jadi enggak bisa nambah jaringan, cuma pembangkit. Kalau kita ini bangun semuanya," tukas dia. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.