Kamis, 01 Mei 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Pengusaha Minta Pemisahan Agen Penyalur BBM Industri & Pelayaran

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
Advance your career

Columbia College offers 100% online MBA degrees, allowing you to earn your degree on your time. Get a promotion at work with an MBA.
From our sponsors
Pengusaha Minta Pemisahan Agen Penyalur BBM Industri & Pelayaran
May 1st 2014, 10:48, by Pebrianto Eko Wicaksono

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Penyalur Bahan Bakar Minyak Indonesia (APBBMI) meminta Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) membedakan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bagi industri dan laut serta sungai.

Ketua Umum APBBMI Ahmad Faisal mengatakan, Kementerian ESDM harus mengeluarkan Surat Keterangan Penyalur (SKP)  yang berlaku khusus bagi agen atau penyalur BBM non subsidi untuk kegiatan penyaluran di darat,  dan  SKP khusus bagi agen atau penyaluran bbm non subsidi untuk kegiatan penyaluran di laut atau sungai.

"Sehingga dibedakan antara agen BBM non subsidi untuk industri dengan agen BBM non subsidi untuk marines," kata Faisal di Jakarta, Kamis (1/5/2014).

Menurut dia, dalam hal penyaluran BBM terdapat perbedaan sangat jauh antara agen untuk BBM industri dengan agen BBM kegiatan pelayaran.

Agen BBM industri menyuplai BBM ke pembeli, dengan menggunakan mobil tangki BBM. Sedangkan agen BBM marines atau juga pernah dikenal dengan Mobile Bunker Agen (MBA) memasok BBM dengan menggunakan tanker dan tongkang.

Ia mengungkapkan, dengan tidak adanya perbedaan antara pemegang SKP untuk penyaluran ke industri dengan pemegang SKP untuk penyaluran ke sektor pelayaran maka kemungkinan bisa terjadi penyalahgunaan.

"Berpotensi terjadi pengisian BBM untuk kekapal kapal dilakukan dengan mobil tangki. Ini sangat berbahaya," tandas dia.

Pengamat Energi dari Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Zakaria membenarkan hal tersebut.

Disparitas harga yang sangat tajam antara solar bersubsidi dengan solar non subsidi, berpeluang membuat penyaluran BBM bersubsidi melenceng dari  SPBU ke pihak industri dan angkutan laut serta sungai.

"Untuk diketahui harga BBM jenis solar non subsidi saat ini adalah sebesar Rp.12.500 per liter sedang solar bersubsidi pada SPBU dan SPBN (nelayan) adalah sebesar Rp.5.500/liter," pungkasnya.

(nurmayanti)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions