Liputan6.com, Jakarta - Tahapan konstruksi skala besar proyek mass rapid transit (MRT) untuk koridor Sisingamangaraja-Sudirman-Bundaran HI mulai dilakukan. Pekerjaan konstruksi ini antara lain test pit, pengalihan lajur (detour), relokasi halte bus TransJakarta, serta rekayasa lalu lintas di area.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami mengatakan, pekerjaan pengalihan lajur yang dilakukan di sepanjang area jalur hijau Jalan Sudirman, sebagai besar telah selesai dan akan dilakukan dengan pengerjaan pembuatan detour atau pembetonan pada sisi trotoar jalan selebar 6 meter sepanjang 380 meter di empat titik bakal stasiun MRT di sepanjang Jalan Sudirman.
"4 titik ini yaitu Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi. Pekerjaan ini dimulai dari Senayan (sisi timur) pada 26 Mei 2014 dan secara bertahap akan bergerak ke titik lokasi lainnya," ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Ratu Plaza, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Dia menjelaskan, dampak dari pekerjaan ini yaitu akan berkurangnya lebar trotoar bagi pejalan kaki dan berkurangnya satu jalur pada jalur lambat di sebagian Jalan Sudirman. Maka akan ada penutupan akses perpindahan dari jalur cepat ke lajur lambat maupun sebaliknya di beberapa titik di sepanjang Jalan Sudirman.
"Imbauan bagi para pengguna jalan yang akan menuju area Senayan agar mulai memasuki jalur lambat dari Bundaran Senayan karena adanya penutupan akses perpindahan di sepanjang jalan hingga depan Hotel Sultan. Untuk arah sebaliknya, akses masuk jalur lambat dimulai dari depan kantor Polda dan akses menuju jalur cepat berada sebelum Bundaran Senayan," jelasnya.
Sementara itu, untuk area Bendungan Hilir (Benhil), bagi para penggunakan jalan menuju Benhil dan Karet dihimbau agar mulai masuk jalur lambat dari depan gedung BRI karena adanya penutupan akses perpindahan jalur cepat menuju lambar di depan Wisma Sudirman.
Untuk arah sebaliknya, akses masuk jalur cepat berada di depan Universitas Atmajaya karena ada penutupan akses di depan gedung Sampoerna Strategic Square.
Untuk area Setiabudi, pengendara bisa mulai memasuki jalur lambat mulai dari Hotel Le Meredian karena adanya penutupan akses di depan Wisma Nugra Santana. Penutupan akses terjadi pada lokasi seberangnya, yaitu depan Chase Plaza.
Guna gangguan-gangguan tersebut, sebagai kompensasi atas berkurangnya satu jalur lambat akibat pekerjaan MRT. Nasyir mengungkapkan akan ada jalur baru pada area jalur hijau yang telah selesai dikerjakan dapat dimulai digunakan sebagai lajur pengganti, sehingga jumlah kendaraan akan tetap sama dan tidak mengalami perubahan.
"Kami harapkan pengertian dan kehati-hatian dari pengguna jalan bisa membuat proyek ini dapat berlangsung dengan baik," tandasnya. (Dny/Ndw)
(Nurseffi Dwi Wahyuni) ;
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.