Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) menyatakan, beban puncak listrik di sistem kelistrikan Jawa Madura Bali (Jamali) mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 Mega Watt (MW).
Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto, mengungkapkan kenaikan beban listrik tersebut diperkirakan karena faktor cuaca. Selama beberapa hari terakhir dengan kondisi sangat panas memicu orang untuk menyalakan pendingin udara atau Air Conditioner (AC) lebih lama.
"Dalam rumah tangga, AC memang mengkonsumsi listrik paling besar," kata Bambang, Minggu (27/4/2014).
PLN menghimbau kepada para pelanggan untuk menghemat penggunaan listrik khususnya untuk pemakaian yang sifatnya konsumtif.
Hal ini bisa dilakukan diantaranya dengan mematikan alat elektronik yang tidak diperlukan, seperti lampu yang tidak digunakan, televisi yang tidak ditonton, radio yang sedang tidak didengarkan dan lain-lain.
"Menghemat pemakaian listrik bisa dilakukan tanpa mengurangi kenyamanan kita. Dengan demikian maka pertumbuhan pemakaian listrik bisa ditekan dan kita juga bisa mengurangi rekening listrik bulanan secara signifikan," tuturnya.
Beban puncak tertinggi tersebut terjadi pada hari Kamis 24 April 2014 jam 18.00 WIB. Sedangkan sebelumnya beban tertinggi yang pernah dicapai adalah 22.567 MW pada tanggal 17 Oktober 2013 jam 19.00 WIB.
"Dibanding beban tertinggi pada bulan Oktober tahun lalu tersebut maka beban puncak tertinggi pada minggu ini naik 407 MW atau 1,8 %," pungkasnya.
(Arthur Gideon)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.