Jumat, 11 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Capres Kalah Diminta Legowo Agar Ekonomi Aman

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
Subscribe to Bloomberg Businessweek

Get Bloomberg Businessweek for 84% off what others pay on the newsstand - that's like getting 38 complimentary issues! Sign up today.
From our sponsors
Capres Kalah Diminta Legowo Agar Ekonomi Aman
Jul 11th 2014, 04:28, by Fiki Ariyanti

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali perkasa jika salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) dapat menerima kekalahan.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Ryan Kiryanto mengaku, hasil perhitungan suara sementara oleh sejumlah lembaga survei kredibel sangat sesuai dengan ekspektasi pasar.

Dari hasil perhitungan cepat (quick count) menempatkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang dengan perolehan 51,9 persen. Sedangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 48,1 persen.

"Jika menjelang pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014, situasi dan kondisi tetap tertib dan damai, apalagi jika pasangan capres-cawapres bisa menerima hasil quick count, maka rupiah dan IHSG akan memperoleh sentimen positif yang luar biasa," tutur dia kepada Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Jumat (11/7/2014).

Ryan meramalkan nilai tukar rupiah berpotensi menguat signifikan ke level Rp 11.500 per dolar AS. Dan IHSG bakal terbang ke level 5.200.

Dia mengomentari soal prediksi penguatan rupiah karena faktor kemenangan Jokowi. "Karena itu kabarnya dikehendaki pasar (Jokowi menjadi Presiden). Ke depan, outlook ekonomi akan membaik dan penguatan rupiah dan IHSG bisa sampai akhir tahun," ujarnya.

Lanjut Ryan, dirinya mempertanyakan soal kabar yang menyebut kaburnya sejumlah pengusaha ke luar negeri karena khawatir terjadi keributan paska pilpres.

"Saya tidak percaya sejumlah pengusaha kabur ke luar negeri. Ini terlalu dibesar-besarkan karena semuanya masih dalam kondisi terkendali," paparnya.

Dia berharap, agar pasangan capres dapat menerima kekalahan apapun hasil keputusan perhitungan cepat dan KPU. "Soal ada yang tidak terima dengan hasil perhitungan cepat, ya harus dihargai. Lebih baik tunggu pengumuman resmi KPU saja," tandas Ryan. (Fik/Ndw)

(Nurseffi Dwi Wahyuni)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions