Jumat, 11 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Sentimen Pilpres Berkurang, Rupiah Kembali Melemah

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
The Best Way to Manage your Money.

Start using Mint today to set a budget, track your goals and do more with your money.
From our sponsors
Sentimen Pilpres Berkurang, Rupiah Kembali Melemah
Jul 11th 2014, 04:10, by Arthur Gideon

Mata uang rupiah, di Bank Permata, Jakarta. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat tipis di Rp 8.850 per dolar AS dari penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.860 per dolar AS. (ANTARA)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah terus perkasa dalam satu pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya tumbang juga. Pelemahan rupiah tidak akan terlalu besar karena pelaku pasar sudah yakin dengan kondisi politik.

Data valuta asing Bloomberg, Jumat (11/7/2014), rupiah dibuka melemah ke level Rp 11.605 per dolar AS dari penutupan sehari sebelumnya yang tercatat di level Rp 11.573 per dolar AS. Rupiah terus menunjukkan pelemahan. Pada pukul 10.45 WIB, mata uang Garuda tersebut berada di posisi Rp 11.623 per dolar AS.

Sementara data kurs Jakarta Internasional Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini menunjukkan rupiah berada di level 11.549 per dolar AS, melemah jika dibanding dengan posisi sebelumnya yang tercatat Rp 11.549 per dolar AS.

Ekonom Bank Standard Chartered Indonesia, Fauzi Ichsan mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih akan terimbas sentimen politik.

Menurutnya, pasca pencoblosan, euforia kemenangan calon nomor urut 2 yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla, calon yang memang cukup didukung oleh pelaku pasar cukup besar sehingga menguatkan nilai tukar rupiah.

Namun euforia tersebut tak bisa bertahan lama karena ada sentimen dari luar negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah. ketakutan akan ekonomi Portugal membuat nilai tukar dolar mengalami penguatan terhadap mata uang lainnya termasuk Indonesia.

Menurut Fauzi, keyakinan akan kondisi politik membuat pelemahan rupiah tidak terlalu jauh. "Pasar sudah mengetahui hasilnya, jadi semakin mendekati tanggal 22 Juli nanti atau saat pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka penguatan masih akan terus terjadi," jelasnya kepada Liputan6.com, Jumat (11/7/2014).

Setelah itu, rupiah akan menyesuaikan dengan faktor fundamental. Jika memang angka inflasi, neraca perdagangan dan juga pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perbaikan maka rupiah bisa terus menguat.

"Tekanan fundamental untuk rupiah saat ini tidak terlalu besar," tambahnya. Keperluan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk dolar sudah tidak terlalu besar. (Gdn)

(Arthur Gideon)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
110221dfoto_uang.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions