Sebuah kapal pandu mendorong tongkang yang berisi batu bara di Perairan Teluk Lamong, Gresik, Jawa Timur, (23/5). ANTARA/M Risyal Hidayat
TEMPO.CO, Jakarta - Pengoperasian Terminal Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, bakal terintergrasi dengan tranportasi kereta untuk mengurangi beban kemacetan di jalan raya. "Apalagi pemerintah juga hampir menuntaskan jalur ganda di wilayah utara Jawa," kata Wakil Presiden Boediono, Sabtu, 26 April 2014.
Menurut Boediono, PT Kereta Api Indonesia sudah siap untuk moda transportasi peti kemas. "Sangat bagus jika bisa kerja sama sejak awal kemudian ditargetkan kapan bisa dimulai," kata Boediono. (Baca:Pengganti SBY Harus Perhatikan Logistik)
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, mengatakan, saat ini sudah terdapat jalur kereta api yang berada dekat Terminal Teluk Lamong. "Nanti tinggal disambung ke jalur kereta yang sudah existing ke dalam terminal," ujarnya.
Dia menyarankan adanya terminal dry port sebagai titik pertemuan dari Terminal Teluk Lamong dan jalur kereta. "Didekat sana sudah ada stasiun Kandangan."
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III, Djarwo Surjanto mengatakan, pihaknya sudah memiliki rencana membangun jalur rel dari Teluk Lamong ke stasiun kereta api di Kandangan. "Jalur sepanjang 4,5 kilometer ini akan terhubung ke dalam terminal," ujarnya. (Baca:Biaya Logistik Kereta Masih Mahal)
Menurut dia, perusahaan sedang menyiapkan jalur kereta dari Teluk Lamong ke pelabuhan lama di Tanjung Perak, untuk perpindahan peti kemas dari terminal lama ke terminal baru. "Secara teknologi sudah siap, tinggal menunggu izin tata ruang."
Terminal Teluk Lamong merupakan perluasan dari pelabuhan Tanjung Perak, dijadwalkan akan beroperasi secara penuh pada September 2014 dengan, luas area 386 hektare.
IQBAL MUHTAROM
Berita Terpopuler
Pesawat Virgin Air Diduga Dibajak di Bali
Jodie Foster Nikahi Pasangan Lesbinya
Pelaku Pelecehan di JIS Koleksi Film Porno