Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Okezone) JAKARTA - Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai lebih dari 3 persen ditanggapi negatif oleh CEO MNC Group yang juga sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo.
Menurut HT, sapaan akrab Hary, anjloknya IHSG dikarenakan pasar kecewa terhadap hasil penghitungan cepat pemilu legislatif.
"Jadi hasil quick count kemarin memang menunjukan semua partai politik artinya tidak ada partai yang menonjol. Semuanya di bawah 20 persen, sehingga kalau dilihat berimbas pada reaksi pasar hari ini," ucap HT saat berbincang media di MNC Tower, Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Menurut HT, pergerakan IHSG pada pembukaan tadi pagi akan terlihat sama pada dua hingga minggu ke depan. Pasalnya investor akan lebih banyak menunggu.
"Kenapa kalau kita lihat dari indeks sesi pertama saya yakin di sesi kedua dan minggu ini bahkan minggu depan akan seperti ini. Karena investor itu pada intinya masih belum ada kepastian. Semakin tidak pasti, mereka akan keluar dulu, jadi mereka keluar dulu dan melihat reaksinya bagaimana," kata HT.
Dia menambahkan, sebelumnya harapan masyarakat dan investor pada saat hasil pemilu itu ada partai yang menonjol, karena ini akan bisa dipastikan capres siapa yang diusung, namun karena tidak ada yang menonjol pelaku pasar menunggu dengan calon-calon yang akan diajukan.
"Tapi ternyata dengan keadaan ini belum tentu katakan siapa yang menjadi pimpinan, belum tahu. Partai mana belum tahu, pemimpinnya siapa juga belum tahu. Ini menarik sekali. Itu lah kenapa saya katakan tiga minggu ke depan, ini adalah masa vacum. Investor dan masyarakat menunggu sampai ada kejelasan, kejelasan partai apa dengan koaliasi apa," tutupnya. (wdi)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.