TEMPO.CO , Jakarta: Direktur Niaga Sriwijaya Air, Hasundungan Pandiangan, menyatakan maskapainya telah mengajukan permohonan untuk bisa mengambil alih rute Mandala ke kementerian perhubungan. "Kami sudah mengisi permohonan ke kementerian perhubungan," kata dia di Jakarta, Selasa, 8 Juli 2014.
Rute yang diajukan Sriwijaya Air untuk mengambil alih rute Mandala adalah Jogjakarta-Palembang, Jogjakarta-Pekanbaru, dan Jakarta-Singapura. "Pengambilan rute ini juga sudah kami pertimbangkan bolak balik. Sudah kami kalkulasi juga dengan kebutuhan pelanggan dan pasar. Dan hasilnya sangat bagus," kata dia.
"Untuk rute Singpura, kami harus melihat apakah penumpang bisa sewa hotel karena kurs dollar yang terus naik. Tapi nyatanya kebutuhan tetap tinggi," tutur Hasundungan.
Hasundungan mengatakan bahwa potensi rute yang ditinggalkan Mandala sangat besar. Mandala Air awalnya mempunyai lima kali jadwal penerbangan Jakarta-Singapura. "Lima kali terbang dikalikan 150 kursi. Artinya sehari ada 750 penumpang yang tidak terlayani," ujar dia. (Baca juga: Ini Sejarah Jatuh Bangun Bisnis Penerbangan).
Namun Hasundungan menegaskan bahwa penutupan maskapai Mandala adalah kesedihan bagi industri penerbangan. "Ini menunjukkan ada yang salah dengan regulasi dan kondisi di negeri ini. Tapi kami optimistis bisa menjadi airline yang terus sehat pertumbuhannya," kata dia.
INDRI MAULIDAR
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.