SBY Berikan Izin Pinjam Rp10,7 T dari Jepang (CT: Okezone) JAKARTA - Pemerintah dipastikan akan meminjam sejumlah dana dari negeri sahabat, Jepang dalam rangka merealisasi proyek jaringan transmisi bawah laut yang menghubungkan jaringan listrik kedua pulau.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengungkapkan, dalam sidang kabinet presiden telah menyetujui pinjaman untuk terealisasi proyek yang menurut dia monumental itu.
"Sudah, sudah diputuskan dalam sidang kabinet," tutur CT ketika ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Sekedar informasi, besaran pinjaman yang akan dilakukan pemerintah mencapai sekitar USD929 juta atau setara Rp10,7 triliun (dalam perhitungan dengan asumsi kurs dalam APBNP 2014).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana sebelumnya mengungkapkan, pinjaman tersebut dilakukan guna membiayai tahap ketiga dan keempat proyek tersebut.
"Total pembiayaannya itu USD2,12 miliar, itu untuk 4 tahap. Yang tahap I dan II sudah jalan dari pinjaman sebesar USD1,19 miliar. Sisanya yang tahap III dan IV jumlahnya USD929 juta," tutur Armida.
Dia menjelaskan, setelah rampung pembahasannya di level kementerian teknis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan segera menyampaikan usulan pinjaman tersebut dalam rapat kabinet terbatas kepada presiden, mengingat pinjaman luar negeri setelah adanya moratorium bisa dilakukan hanya dengan izin presiden. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.