Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Reuters) MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WT) diperdagangkan mendekati level terendah satu bulan, dan menjadi penurunan terbesar beruntun sejak 2009. Data permintaan minyak di Amerika Serikat (AS), pengguna minyak terbesar di dunia, diperkirakan meningkat.
WTI sedikit telah menurun selama tujuh hari. Persediaan minyak mentah di Amerika diperkirakan menyusut dari 2,75 juta barel pada minggu lalu. Menurut kementrian perminyakan, Libya memiliki 7,5 juta barel yang siap diekspor dari Es Sider dan Ras Lanuf setelah terjadinya force majeure.
"Dengan penurunan geopolitik, pasar akan mengubah sistem ekonomi global. Libya kembali memproduksi minyak mentah, membuktikan ketegangan di Irak semakin mereada," kata kepala investasi Ayers Alliance Securities, Jonathan Barratt, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (8/7/2014).
WTI untuk pengiriman Agustus turun 4 sen menjadi USD103,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Volume minyak mentah berjangka yang diperdagangkan adalah 62 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.
Sedangkan Brent untuk pengiriman Augustus turun 29 sen atau 0,3 persen menjadi USD109,95 per barel, pada perdagangan London ICE Futures Europe. Disparitas minyak mentah Eropa dengan Amerika tersebut dipatok pada USD6,61 per barel. Stok bensin Amerika mungkin menurun dari 450 ribu barel pada 4 Juli. (mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.