Senin, 14 Juli 2014

Home » Sindikasi economy.okezone.com: Menang Piala Dunia, Akankah Ekonomi Jerman Kena Kutuk?

,
Sindikasi economy.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Economy 
Explore DIRECTV

Enjoy HD DVR service in every room. Get every game every Sunday. Watch hit movies and shows anywhere. Bundle and save today!
From our sponsors
Menang Piala Dunia, Akankah Ekonomi Jerman Kena Kutuk?
Jul 14th 2014, 03:46

Timnas Jerman. (Foto: Reuters)Timnas Jerman. (Foto: Reuters) RIO DE JANEIRO - Piala Dunia di Brasil akhirnya berakhir, dengan kemenangan untuk Jerman atas Argentina 1-0. Sementara tuan rumah, Brasil, harus puas di posisi keempat, setelah tumbang 0-3 dari Belanda.

Namun, apakah mungkin Jerman yang memenangkan Piala Dunia, juga menjadi jawara dalam pertumbuhan ekonomi? Jawabannya bisa jadi tidak. Lirik saja Brasil yang sempat menjadi juara di 2002.

Melansir Forbes, Senin (14/7/2014), menurut statistik yang dikumpulkan oleh Bank Dunia, delapan dari sembilan negara pemenang Piala Dunia, turnamen sepak bola paling bergengsi, mengalami kontraksi pada produk domestik bruto (PDB).

Lima dari tujuh pemenang Piala Dunia bahkan terus mengalami penurunan ekonomi pada tahun kedua setelah kemenangannya. Tren yang kuat ini terlihat saat Argentina menjadi juara dunia pada 1986.

Meski demikian, ada negara yang berhasil mematahkan kutukan itu, yaitu Spanyol. GDP Spanyol mampu tumbuh tipis 0,1 persen pada 2011, sedikit naik dari kontraksi 0,2 persen saat kemenangannya di 2010. Jumlah penurunan tersebut rata-rata 1,14 persen.

Di antara finalis tahun ini, ekonomi Argentina masih tumbuh 3 persen pada 2013, sementara pertumbuhan Jerman bergerak lebih rendah dari Tim Tanggo tersebut, sebesar 0,4 persen.

Apa ada alasan di balik ini? Mungkin hanya kebetulan. Tetapi beberapa ekonom melihat bahwa waktu yang dihabiskan untuk menonton Piala Dunia "dibayarkan" dengan GDP, dan para fans tim yang berhasil melaju lebih jauh, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton.

Itu teori yang menarik, tetapi apa pun efek pada perekonomian sebuah negara tampaknya begitu besar dan tidak mungkin terjadi hanya karena menonton pertandingan selama beberapa minggu. Dan ada tampaknya tidak menjadi efek, contoh saja Olimpiade atau turnamen basket yang tidak memberikan dampak.

Tapi mungkin itu adalah sesuatu yang sederhana, seperti kekecewaan pasca-Piala. Beberapa bulan setelah Piala Dunia, mungkin masyarakat tim pemenang Piala Dunia akan mendapatkan tambahan tenaga yang meningkatkan produktivitas singkat, tapi setelahnya secara bertahap mereka akan kembali kecewa menyadari bahwa menang Piala Dunia tidak akan menyelesaikan masalah sebuah negara. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions