Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone) JAKARTA - Pelemahan nilai yen Jepang dimanfaatkan oleh dolar Amerika Serikat (AS) untuk berbalik menguat, ternyata berimbas negatif pada laju nilai tukar Rupiah. Mata uang Garuda ini melemah di akhir sesi perdagangan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, dengan terdepresiasinya dolar Australia, pasca-merespon membesarnya defisit neraca perdagangan seiring anjloknya ekspor, turut memberikan sentimen negatif.
"Di sisi lain, munculnya pemberitaan di sejumlah media bahwa akan terjadi pelemahan Rupiah bila salah satu pasangan Capres dan Cawapres menang dalam pemilu nanti membuat pasar kembali khawatir dan lebih memilih wait and see maupun menjauhi pasar," ucap Reza di Jakarta, Kamis (3/7/2014).
Reza menjelaskan, dengan adanya pemberitaan tersebut membuat pertahanan Rupiah di zona hijau terganggu dan berpotensi kembali melanjutkan pelemahan.
"Sehingga, laju Rupiah di bawah level support Rp11.815 per USD. Rupiah bergerak Rp11.864-Rp11.848 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI)," imbuhnya.
(mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.