Liputan6.com, Sydney - Bursa saham Asia berjatuhan mengikuti saham Sall Street dipicu kekawatiran bahwa valuasi harga beberapa saham sudah terlalu tinggi.
Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,4 persen pada pukul 10.06 Waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang tergelincir 0,5 persen. Indeks S&P atau ASC 200 Austalia turun 0,9 persen. Sedangkan indeks Kospi Seoul turun 0,6 persen.
Kepala Analis Craigs Investment Partners Ltd, Mark Lister menjelaskan, selama beberapa hari sebelumnya indeks di Asia Pasifik telah menunjukkan kenaikan cukup sukup signifikan.
"Mungkin memang sekarang waktu yang tepat untuk sedikit mundur,"jelasnya seperti ditulis oleh Bloomberg, Rabu (9/7/2014).
Ekonom ANZ Bank New Zealand Ltd, Con Williams menjelaskan, memang sudah saatnya untuk para investor melakukan aksi ambil untung saat ini. "Beberapa saham telah mencetak rekor dan saatnya untuk menikmatinya," katanya.
Selain karena dampak aksi ambil untung, penurunan bursa Asia juga disebabkan karena sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap suku bunga acuan AS telah menekan indeks saham.
Goldman Sachs Group telah memprediksikan suku bunga acuan akan meningkat pada 2015. Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan mempublikasikan hasil pertemuan Juni pada Rabu waktu setempat. (Gdn)
(Arthur Gideon)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.