Rabu, 09 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Hasil Pilpres Tak Sesuai Harapan, Rupiah Ambruk ke 15 Ribu

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
The Best Way to Manage your Money.

Start using Mint today to set a budget, track your goals and do more with your money.
From our sponsors
Hasil Pilpres Tak Sesuai Harapan, Rupiah Ambruk ke 15 Ribu
Jul 9th 2014, 03:00, by Fiki Ariyanti

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi jebol ke level Rp 15 ribu apabila Presiden terpilih nanti tak sesuai dengan harapan para pengusaha maupun investor.

Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi mengakui, investor merasa takut dengan pernyataan para calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang ingin menasionalisasikan negara ini. Artinya membuka sedikit ruang bagi penanam modal asing masuk ke Indonesia.

"Semua investor asing takut dengan statement nasionalisasi. Makanya kami juga masih melakukan wait and see dalam tiga bulan ini sampai tahu siapa yang akan menang dalam pilpres," ungkap dia kepada Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Rabu (9/7/2014).

Sofjan menyesalkan kurs rupiah yang terpuruk hingga sempat menembus level Rp 12.100 per dolar AS. Kondisi ini dipicu dari ketatnya persaingan antar kedua pasangan berebut kursi presiden dan wapres.

"Harusnya dolar AS nggak perlu menguat sampai Rp 12 ribu. Apalagi kalau presidennya nggak sesuai harapan, bisa saja rupiah melemah ke level Rp 15 ribu per dolar AS," terangnya tanpa bersedia menyebut prediksi nama Presiden yang bisa membawa kurs rupiah terdepresiasi. 

Menurut dia, peluang rupiah semakin terpuruk ke level Rp 15 ribu sangat besar. Hal ini, sambung Sofjan, dapat terjadi karena investor lari dan takut dengan hasil pemilihan umum yang terlampau tipis.

"Mereka lari dari sini ke luar negeri karena takut ada ribut-ribut seperti era 1997-1998, di mana marak kekacauan, demo dan tekanan lain," lanjutnya.

Untuk itu, dia mengaku, para pengusaha akan menggunakan hak pilih sebaik mungkin untuk memilih Presiden dan Wapres yang mampu memajukan pengusaha lokal tanpa menutup pintu bagi investor asing masuk.

"Kami ingin Presiden yang ngerti soal konkret bukan saja sekadar program atau visi misi. Presiden yang mampu membantu pengusaha makin maju, tapi investor asing bisa tetap menanamkan modal di sini karena kita butuh," tutup Sofjan. (Fik/Gdn)

(Arthur Gideon)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions