Selasa, 01 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Para Capres Diminta Pelajari FCTC Sebelum Ambil Sikap

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
Great rates not enough?

OptionsHouse is a cutting-edge platform with award-winning technology. Even with our professional tools, you'll still pay great rates.
From our sponsors
Para Capres Diminta Pelajari FCTC Sebelum Ambil Sikap
Jul 1st 2014, 02:03, by Septian Deny

Pekerja menyortir daun tembakau cerutu di koperasi Gudang Tarutama Nusantara (TTN), Desa Pancakarya, Jember, Jatim. Koperasi ini masih mempertahankan ribuan buruh untuk proses penyortiran.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Harapan kaum tani dan buruh rokok untuk menyelamatkan usaha tani tembakau dan industri kretek tampaknya akan menghadapi masalah yang semakin berat pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Hal ini dikarenakan belum ada sikap dalam bentuk dukungan yang jelas dari para calon presiden (capres) terhadap industri tembakau.

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan, saat ini industri tembakau terus ditekan secara internasional baik melalui World Health Organization (WHO) maupun melalui The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk segera melakukan ratifikasi Framework Conventioan on Tobacco Control (FCTC).

"Sedikitnya dalam satu dasawarsa terakhir petani tembakau selalu didera oleh berbagai peraturan yang spiritnya membatasi industri tembakau. Padahal industri tembakau merupakan tempat bersandar sedikitnya 10 juta rakyat Indonesia yang terlibat secara langsung dalam rantai industri tembakau," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (30/6/2014).

Dia menyatakan saat ini para calon presiden justru memperlihatkan keberpihakannya kepada rezim internasional yang hendak melakukan pembatasan tembakau.

Salah satunya yaitu Joko Widodo yang menurutnya telah menunjukkan sikap antusias untuk menjalankan regulasi pembatasan tembakau yakni UU Kesehatan dan PP 109 tentang pembatasan tembakau.

"Ini tidak menutup kemungkinan pemerintahan ke depan juga akan melakukan ratifikasi FCTC, yakni rezim internasional untuk membatasi pertanian tembakau dan industri tembakau," lanjutnya.

Sementara itu, Pengamat Hukum Margarito Kamis mengatakan bahwa pembatasan tembakau merupakan penghilangan terhadap hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Oleh karena itu, dirinya meminta para capres dan cawapres yang bertanding dalam pemilu 2014 untuk mempelajari secara sungguh sungguh PP 109 tahun 2012 dan aturan di dalam FCTC.

"Para capres ini diminta tidak secara gegabah mengeluarkan statemen yang menyerang industri nasional.  Kami mendesak para capres untuk memerikan dukungan bagi pembangunan industri nasional dan kesejahteraan rakyat," tandasnya. (Dny/Gdn)

(Arthur Gideon)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions