Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua zona pada awal perdagangan saham pagi ini. IHSG sempat berada di zona merah pada pagi ini.
Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (1/7/2014), IHSG turun tipis 0,93 poin atau 0,02 persen ke level 4.877,65.
Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG naik 2,34 poin atau 0,05 persen ke level 4.880,92. Indeks saham LQ45 menguat 0,10 persen ke level 823,42. IHSG sempat berada di level tertinggi 4.883,46 dan level terendah 4.877,65.
Penguatan indeks saham ini didorong dari 71 saham menguat. Sementara itu, 42 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. Sedangkan 63 saham melemah.
Sedangkan total frekuensi perdagangan saham mencapai 8.802 kali dengan volume perdagangan saham sekitar 2,45 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 6,35 triliun.
Transaksi perdagangan saham yang sangat besar pada pagi ini ada transaksi saham PT Apexindo Tbk (APEX) di pasar negosiasi. Saham APEX ditransaksikan di kisaran Rp 2.862 per saham. Dengan nilai transaksi saham sekitar Rp 6,1 triliun. Total volume perdagangan saham sekitar 4.514.636.
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat dan melemah. Sektor saham aneka industri memimpin penguatan di indeks saham dengan naik 1,07 persen, lalu sektor saham pertambangan menguat 0,27 persen, dan sektor saham manufaktur naik 0,21 persen.
Sedangkan sektor saham yang melemah antara lain sektor saham perkebunan turun 0,28 persen, sektor saham keuangan melemah 0,29 persen, dan sektor saham consumer goods tergelincir 0,11 persen.
Berdasarkan data RTI, investor asing masih melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 16 miliar. Sehingga menambah tekanan ke indeks saham.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga cenderung menguat pada pagi ini. Saham ALMI naik 14,12 persen menjadi Rp 388 per saham, saham CPGT naik 11,27 persen ke level Rp 79, dan saham ABBA mendaki 8,75 persen ke level Rp 87 per saham.
Adapun saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham PGLI tergelincir 6,84 persen ke level Rp 109 per saham, saham PNBN melemah 6,67 persen ke level Rp 840 per saham, dan saham BKSL turun 5,66 persen ke level Rp 100 per saham.
Analis PT Samuel Sekuritas, Aiza menuturkan indeks saham berpotensi kembali menguat seiring dengan optimisme pasar terhadap rilis data ekonomi dalam negeri. Data ekonomi itu antara lain laju inflasi yang diperkirakan turun dan neraca perdagangan yang dapat mencetak surplus.
Sementara itu, rupiah kembali menguat sekitar 0,8 persen ke level Rp 11.784 per dolar AS. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat oleh rilis data manufaktur China yang naik dari periode sebelumnya ke level 51. (Ahm/)
(Agustina Melani)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.