Minggu, 27 April 2014

Home » Sindikasi economy.okezone.com: Alasan Rupiah Melemah Sepekan Terakhir

,
Sindikasi economy.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Economy 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Alasan Rupiah Melemah Sepekan Terakhir
Apr 27th 2014, 03:27

Ilustrasi. (Foto: Okezone)Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Laju nilai tukar Rupiah kembali ke zona merah sepanjang pekan kemarin. Laju nilai tukar Rupiah kembali masuk ke zona merah di hari Kartini seiring dengan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) pascamerespons negatif rilis membesarnya impor Jepang yang menyebabkan nilai tukar yen Jepang mengalami pelemahan.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada, melihat penguatan dolar AS juga ditopang perkiraan membaiknya data-data ekonomi AS. Meski laju dolar AS terhadap poundsterling dan euro mengalami pelemahan, namun dengan rendahnya yen Jepang membuat laju dolar AS dapat terlihat lebih tinggi dibandingkan laju sejumlah mata uang Asia.

"Di sisi lain, laju Euro yang terlihat kembali melemah dibandingkan dolar AS dan poundsterling memberikan sentimen negatif bagi Rupiah sehingga Rupiah pun sulit untuk menguat," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/4/2014).

"Imbas rilis membesarnya defisit neraca perdagangan Jepang mempengaruhi view pelaku pasar, yang mengkhawatirkan neraca perdagangan Indonesia akan bernasib sama. Begitu pun dengan defisit neraca berjalan, yang juga dikhawatirkan akan membesar sehingga membuat Rupiah terdepresiasi," tambah dia.

Menurutnya, pelaku pasar juga mengkhawatirkan musim pembagian dividen, terutama untuk investor asing akan meningkatkan outflow dari pasar dan permintaan atas dolar AS.

Meski demikian, dia menilai pelemahan Rupiah mulai berkurang setelah pelaku pasar merespons positif pernyataan Menteri Keuangan Chatib Basri, yang mengatakan lonjakan kebutuhan dolar AS biasa terjadi jelang tengah tahun, berkaitan dengan kebutuhan untuk repatriasi laba perusahaan penanaman modal asing (PMA), impor, dan pembayaran utang jatuh tempo.

"Menkeu juga mengulas bahwa Rupiah pun melemah tak sendirian dimana mata uang regional lainnya mengalami nasib yang sama, seperti ringgit dan rupee. Menkeu juga memperkirakan, neraca perdagangan (Maret) akan bisa surplus. Inflasi (April) juga terkendali, bahkan cenderung bisa deflasi," katanya.

Sekadar informasi, Rupiah jauh di bawah target support Rp11.617-Rp11.420 (kurs tengah BI). Rupiah telah membuka tren pelemahan. Tanpa adanya sentimen positif, maka laju Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya karena berbanding terbalik dengan dolar AS yang mencoba masuk tren kenaikannya.
(mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions