Rabu, 09 April 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Gita Wirjawan Dorong Industri Lokal Bikin Ponsel Pintar

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
Earn an MBA degree

Advance your career with an MBA Only $325 per credit hour
From our sponsors
Gita Wirjawan Dorong Industri Lokal Bikin Ponsel Pintar
Apr 9th 2014, 10:57, by Septian Deny

Liputan6.com, Jakarta Pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 20% untuk produk ponsel impor masih menjadi pembahasan hingga saat ini tingkat kementerian terkait.

Ketika Menteri Perdagangan masih dijabat oleh Gita Wirjawan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menolak pengenaan PPnBM tersebut karena ponsel dianggap bukan lagi sebagai barang mewah lagi.

Namun Menteri Perdagangan saat ini, yaitu Muhammad Lutfi justu menilai pengenaan PPnBM tersebut perlu dilakukan untuk mendorong investor mau membangun pabrik ponsel di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Gita Wirjawan mengatakan, dirinya percaya bahwa Lutfi telah melakukan pertimbangan dengan matang sehingga berkeinginan agar PPnBM diberlakukan.

"Beliau (Lutfi) mengerti permasalahannya, saya yakin sikap beliau akan mewakili kepentingan masyakarat luas," ujar Gita usai melakukan pencoblosan di TPS 005, Jalan Setia Budi VIII, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014).

Namun ada beberapa hal yang menurut Gita perlu diperhatikan pemerintah khususnya Lutfi terkait pengenaan PPnBM ini.

"Pertama, ini agar ke depannya kita bisa tetap berkonsumsi barang-barang seperti itu. Kedua kita bisa melakukan industrialisasi dan memproduksi barang-barang seperti itu. Ketiga, kita juga menyadari bahwa pemasukan barang-barang seperti itu secara ilegal sudah dan masih terjadi sehingga harus menjadi bahan pertimbangan oleh siapapun," jelasnya.

Sementara itu, mengenai batasan harga ponsel yang menurut Gita ideal untuk dikenakan PPnBM ini, dirinya mengaku tidak bisa menentukan. Namun jika melihat kemampuan industri lokal dengan SDM-nya, seharusnya ponsel pintar sudah mampu diproduksi di dalam negeri.

"Tidak ada (batasan harga). Tetapi kalau bisa diproduksi di dalam negeri akan sangat bisa jauh lebih murah. Dan ini sudah saatnya Indonesia bisa membuat barang-barang seperti itu. Mestinya simpel, anak lulusan SMK juga bisa," tandasnya.

(Agustina Melani)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
ponsel 2.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions