Liputan6.com, Jakarta Semakin banyaknya produsen otomotif terutama asal Jepang yang membangun pabrik dan memproduksi kendaraan baik roda dua maupun roda empat di dalam negeri, mendorong peningkatan ekspor otomotif di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku senang dengan peningkatan ini. "Bagus sekali kalau Indonesia sudah bisa ekspor otomotif, lalu kenapa kita masih impor smartphone," ujar Gita usai melakukan pencoblosan di TPS 005, Jalan Setia Budi VIII, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014).
Dia menilai, hal ini menandakan pemerintah saat ini sudah semakin gencar untuk meningkatkan investasi dan memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat di dalam negeri sendiri.
"Ini yang kadang-kadang tidak nyambung, mungkin karena keharusan kita untuk mengkonsumsi barang yang begitu baik tetapi tidak disambung untuk keharusan kita untuk memproduksi barang-barang itu," lanjutnya.
Sedangkan sebagai upaya untuk mengurangi impor, Gita berpendapat bisa dilakukan dari tingkat masyarakat yang sebisa mungkin untuk mendahulukan penggunaan produk dalam negeri.
"Ini harus disikapi masyarakat luas. Misalnya kalau Anda ke toko, carilah barang-barang lokal, kalau tidak ada ya suarakan supaya kita bisa memberikan insentif kepada siapa yang bisa memproduksi di dalam negeri. Ini peran pemerintah dan masyarakat luas," tandasnya
(Agustina Melani)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.