Kamis, 10 April 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: AP I Benahi Perusahaan Ground Handling Liar di Bandara Ngurah Rai

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
The Best Way to Manage your Money.

Start using Mint today to set a budget, track your goals and do more with your money.
From our sponsors
AP I Benahi Perusahaan Ground Handling Liar di Bandara Ngurah Rai
Apr 10th 2014, 06:18, by Fiki Ariyanti

Liputan6.com, Jakarta PT Angkasa Pura I (Persero) berencana menata ulang perizinan perusahaan-perusahaan skala kecil tak berlisensi yang terlibat bisnis ground handling di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Alasannya, perusahaan ini sangat mengganggu keberadaan pemain lain yang terbukti memiliki izin untuk beroperasi di bandara tersebut.

Sekretaris Perusahaan AP I, Farid Indra Nugraha, ada sekitar lebih dari 10 perusahaan jasa ground handling di Bandara Ngurah Rai. Namun dari perusahaan itu, tercatat ada beberapa perusahaan ground handling tak berizin.  

"Ada lebih dari 10 perusahaan ground handling yang bekerja di lingkungan bandara, misalnya Gapura Angkasa, Angkasa Jasa Semesta, koperasi dan perusahaan kecil tak berlisensi tapi beroperasi di lokal," ungkap dia kepada Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Kamis (10/4/2014).

Farid mengaku, persaingan bisnis ground handling di Bandara Ngurah Rai cukup ketat. Pasalnya setiap hari puluhan penerbangan lalu lalang di bandara internasional itu.

"Mereka ada tapi mungkin tidak memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan. Mungkin mereka bekerja sama dengan perusahaan ground handling lain untuk pinjam peralatan karena fasilitas yang nggak lengkap. Bisa juga kerja sama dengan airlines yang dibantu," tutur dia.

Untuk itu, kata dia, pihaknya berencana menata ulang perusahaan-perusahaan ground handling, terutama yang tidak berizin di Bandara Ngurah Rai.

"Dirapikan dan ditata ulang supaya kalau mau berbisnis, perusahaan itu harus memenuhi kriteria keamanan dan keselamatan dengan memadainya fasilitas peralatan yang berstandar internasional," pungkas Farid. 

(Nurseffi Dwi Wahyuni)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions