Pegawai SMAN 1 Bandung, Jawa Barat, menunjukan surat bergambar Prabowo Subianto yang ditujukan untuk guru, Kamis 26 Juni 2014. Surat ini juga dilengkapi dengan alamat kotak pos dan nomor telepon. TEMPO/Prima Mulia
TEMPO.CO, Jakarta - PT Pos Indonesia mengatakan pengiriman surat untuk guru-guru di sejumlah daerah oleh calon presiden Prabowo Subianto melalui jasa Pos Indonesia adalah murni bisnis. Juru Bicara Posindo Abu Sofyan mengatakan tidak ada yang salah dengan hal itu. "Itu murni bisnis, ada orang yang ingin memanfaatkan jasa pengiriman, ya tentu diterima," katanya ketika dihubungi Selasa 1 Juli 2014.
Namun ia menegaskan informasi yang beredar selama ini simpang siur. Ia menegaskan tidak ada uang yang diedarkan dalam amplop tersebut. "Mungkin ini dipelintir oleh beberapa pihak," katanya. (baca:Surat Prabowo ke Guru Beri Efek Buruk Sekolah)
Ditanya mengenai berapa perolehan kontrak yang diterima oleh Posindo dan berapa surat yang dikirim , ia mengatakan akan memberikan data tambahan nanti. Musababnya, dokumen kontrak ada di kantor pusat. "Nanti saya juga akan buat rilisnya," kata Abu.
Seperti diketahui Prabowo kedapatan mengirimkan ribuan surat kepada guru-guru. Dalam beberapa tayangan televisi dan pemberitaan bahkan ditampilkan ada uang di dalamnya. Kasus ini telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu, dan Bawaslu pada menyatakan bahwa surat yang dikirimkan atas nama Prabowo tersebut melanggar Pasal 41 ayat 1 undang-undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden. Ketentuan tersebut menyebutkan larangan kegiatan kampanye di institusi pendidikan. (baca:Sekolah Libur, Surat Prabowo Menumpuk di Semarang )
ANANDA PUTRI
Terpopuler
Politikus Ini Masih Sakit Hati kepada Demokrat
Buruh Prabowo Tagih Tunggakan 6 Bulan Gaji
Gunung Sinabung Meletus, Tidak Ada Korban Jiwa
Manusia Takut Pada Sesuatu yang Mendekat