Sebuah sepeda terbungkus rapih dengan karton saat berada di kantor jasa pengiriman barang melalui kereta api di Stasiun Kereta Api, Bandung, (19/7). Jelang lebaran jasa pengiriman kendaraan semakin marak. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia dipastikan akan menggarap proyek rel kereta barang Stasiun Pasoso-Tanjung Priok, Jakarta. Kepastian itu diperoleh setelah ada kesepakatan antara Kementerian Perhubungan dengan PT KAI. (baca: Perpindahan Peti Kemas Terhalang Makam Mbah Priok)
"Ditrektorat Jenderal Perkeretaapian akan membebaskan tanah tahun ini. Untuk konstruksinya dikerjakan KAI," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, 10 Juli 2014 (baca: Soal Kereta Peti Kemas, Dahlan: KAI Punya Dana)
Menurut Hanggoro, pembebasan lahan diharapkan rampung pada Desember 2014. Sedangkan pekerjaan konstruksi rel dari Pasoso-Tanjung Priok bisa dimulai Januari atau Februari 2015. "Sudah dibicarakan di tingkat atas antara Kemenhub dengan Kemen BUMN. Akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama," kata Hanggoro.
Terkait dengan pengerjaan ini, Hanggoro menolak PT KAI disebut mengambil alih pekerjaan yang seharusnya digarap Kementerian Perhubungan. Menurut Hanggoro, kepastian PT KAI menggarap konstruksi kereta barang Pasoso-Tanjung Priok merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN. "Pemerintah ada keterbatasan, tetapi kebutuhan itu sangat mendesak," kata Hanggoro.
Molornya pembangunan rel kereta barang menuju Tanjung Priok ini mencuat setelah Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan segera merampungkan arus kereta barang Pasoso-Tanjung Priok untuk mengurai kemacetan di Jakarta Utara. Dahlan lantas meminta PT KAI saja yang membangun konstruksi relnya. Di lain pihak, Kementerian Perhubungan menanggapi bahwa konstruksi itu merupakan tugas mereka dan pembangunannya masih terkendala di pembebasan lahan.
KHAIRUL ANAM
Terpopuler :
Jokowi Menang, Indeks Bisa Tembus 5.200
Hidayat: Investor Cemas Hasil Pemilu Beda Tipis
Hidayat: Presiden Baru Harus Naikkan Harga BBM