Buruh angkut memuat semen ke dalam kapal yang akan membawa semen ke luar Pulau Jawa, Jakarta, (04/01). PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk akan menambah penggilingan semen pada semester kedua 2009 dan dapat menambah kapasitas produksi semen sebesar 1
TEMPO.CO , Bogor: Pengangkutan semen PT Indocement dari moda truk menjadi kereta api diyakini dapat menghemat pemakaian bahan bakar minyak hingga 1 juta liter per tahun. Bila diasumsikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri senilai Rp 11 ribu per liter, penghematan yang dilakukan dapat mencapai Rp 11 miliar.
Hal itu diungkapkan Direktur Umum PT Indocement Tunggal Prakasa TBK, Kuky Permana, di Bogor, Rabu, 2 Juli 2014. "Dengan penghematan BBM sebesar itu, kita juga bisa mengurangi emisi karbondioksida lebih dari 3.000 ton per tahun," ujar Kuky saat meresmikan rute kereta api pengangkut semen Semen Roda Tiga dari Nambo-Banyuwangi pada Rabu, 2 Juli 2014.
Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, juga mengatakan konsumsi BBM kereta api hanya seperdelapan sampai sepersepuluh dibandingkan dengan truk. Ditambah lagi, emisi gas buangan kereta api sangat rendah. "Penggunaan kereta api juga akan mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya," ujar Jonan.
Menurut Jonan, pertumbuhan angkutan logistik berkembang semakin pesat sejak lima tahun lalu. Di Pulau Jawa saja, pertumbuhan tonase angkutan logistik telah tumbuh hingga lima kali lipat. Namun, pertumbuhan ini belum diimbangi dengan pertumbuhan jalur kereta api. (Baca juga: Fanatisme Masyarakat Jawa Picu Angkutan Semen).
"Kalau rel yang digunakan masih sama, pasti akan semakin banyak kereta yang harus saling mengalah saat berpapasan," kata Jonan.
Sementara itu, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya mengatakan akan terus menjajaki pengangkutan semen dengan kereta api selama masih menguntungkan. Dia meminta pertambahan gudang serta penyederhanaan sistem loading barang agar pengangkutan dengan kereta api semakin kompetitif.
MOYANG KASIH DEWIMERDEKA