Ilustrasi Dolar AS. (Foto: Okezone) LONDON - Poundsterling menguat ke level terkuat sejak 2008 terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan pertumbuhan manufaktur tercepat dalam tujuh bulan, dan mendorong prospek untuk suku bunga yang lebih tinggi dan meningkatkan daya tarik mata uang ini.
Kenaikan tidak terduga dalam laju pertumbuhan output yang ditunjukkan oleh laporan pembelian manajer hari ini ditambahkan ke tanda-tanda penguatan ekonomi dapat mendorong Bank of England (BoE) untuk mempertimbangkan menaikkan biaya pinjaman.
Sementara analis memprediksi BoE akan mempertahankan suku bunga pada 0,5 persen pada pertemuan minggu depan, Gubernur Mark Carney mengatakan, mereka sudah lebih dekat untuk menormalkan suku bunga.
"Yang terakhir bergerak lebih tinggi dalam pound, didorong oleh perbaikan dari PMI. Sterling terlihat memiliki kenaikan lebih lanjut. Namun, meningkatnya kondisi pertumbuhan tercermin dalam meningkatnya risiko inflasi," kata ahli strategi valuta asing pada Credit Agricole SA di London, Manuel Oliveri, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (2/7/2014).
Nilai Pound naik 0,2 persen menjadi USD1,7144 setelah naik ke USD1,7162, tertinggi sejak Oktober 2008. Mata uang Inggris ini dihargai 0,3 persen menjadi 79,83 pence per euro.
Markit Economics mencatat, PMI untuk manufaktur naik menjadi 57,5 pada Juni dari 57 bulan sebelumnya. Analis memperkirakan, PMI hanya berada di kisaran 56,8. Sedangkan pesanan baru meningkat menjadi 61,1 dari 59,5, level tertinggi tujuh bulanan.
(mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.