Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dekati Harga Terendah (Ilustrasi: Reuters) MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WT) diperdagangkan mendekati level terendah satu bulan. Data persediaan minyak menandakan bahwa permintaan bahan bakar di Amerika Serikat (AS) tersebut mengalami peningkatan.
Harga minyak future di pasar New York berhasil naik setelah turun delapan hari, dan merupakan penurunan terpanjang sejak 2009. Sementara itum stok minyak mentah kemungkinann menyusut 2,5 juta barel.
Sedangkan brent bergerak stabil di pasar London, meskipun sebelumnya sempat turun paling dalam lebih dari dua bulan.
"Kita sekarang kembali ke fundamental yang mendasari dan melihat ke musim panas yang mempengaruhi permintaan. Salah satu pendorong utama adalah, belum ada kemajuan lebih lanjut di Irak. Investor dapat membeli kontrak West Texas jika harga turun menjadi sekitar USD101,50 per barel" kata analis utama di CMC Markets di Sydney Michael McCarthy seperti dilansir Reuters, Rabu (9/7/2014).
WTI untuk pengiriman Agustus naik 2 sen menjadi USD103,42 per barel di New York Mercantile Exchange. Volume minyak mentah berjangka yang diperdagangkan adalah 52 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.
Sedangkan Brent untuk pengiriman Augustus turun 14 sen atau 1,2 persen menjadi USD108,80 per barel, pada perdagangan London ICE Futures Europe. Disparitas minyak mentah Eropa dengan Amerika tersebut dipatok pada USD5,38 per barel. Stok bensin Amerika mungkin menurun 382,4 juta barel. (rzk)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.