Pemerintah Baru Bisa Rombak APBN di Januari (Foto: Okezone) JAKARTA - Era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Oktober 2014 akan habis dan diganti dengan pemerintahan baru yang akan ditentukan pada hasil pemilihan umum presiden (pilpres).
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pemerintahan baru nanti selama tiga bulan dalam periode Oktober-November-Desember seharusnya menjalankan program yang sudah ada.
"Saya kira hanya ini jalanin saja, yang penting saya bilang, saya sampai bulan Oktober ini akan jaga fiskal defisitnya 2,4 persen. Sehingga pemerintah baru masuk, mereka enggak perlu khawatir bahwa defisitnya akan lebih," ucap Chatib saat ditemui di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 Kecamatan Menteng, Kelurahan Pegangsaan, Jalan Borobudur, Jakarta, Rabu (9/7/2014).
Menurut Chatib, sejauh ini dengan APBN-P 2014 defisit bulan Juni sekira 0,34 persen, sehingga sampai akhir tahun bisa dijaga dilevel 2,4 persen.
"Kemudian juga dengan pembiayaan yang cukup seperti ini, pemerintah baru enggak perlu khawatir tentang cash flow-nya, soal lainya. Makanya saya ingin betul APBN-P 2014 itu harus dilakukan. Ingat berapa kali dibilang nanti saja kan," kata Chatib.
Sehingga, kata Chatib, hal itu saja yang harus dilakukan pemerintahan baru selama tiga bulan ke depan. Namun jika ingin mengganti APBN-P bisa masuk pada bulan Januari atau Februari 2015.
"Ini harus segera tinggal itu saja yang di jalanin, tapi kalau masuk ke pemerintahan baru pas bulan Januari-Februari bisa masuk silahkan dengan APBN-P. Mereka bisa datang, inisiatifnya mau bikin apa," tukasnya. (rzk)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.