Lebaran, Jalur Penghubung Utara-Selatan Jateng Siap Dilalui (Ilustrasi: Okezone) JAKARTA - Secara umum Lintas Selatan dan Jalur penghubung Lintas Utara-Selatan di Provinsi Jawa Tengah bisa dilewati dengan baik saat lebaran tahun ini.
Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Taufik Widjoyono saat melakukan pemantauan jalur lebaran di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
"Secara umum kondisi lintas selatan sudah siap dilewati. Kondisi perkerasan jalannya baik dengan kecepatan waktu tempuh rata-rata 60 km per jam. Lintas Selatan-Selatan juga kondisinya memenuhi dan bahkan ada yang sangat bagus sehingga bisa digunakan sebagai jalur alternatif dari Lintas Selatan Jalur Nasional yang cukup baik," jelas Taufik,Kamis (10/7/2014).
Pemantauan Jalur Penghubung Lintas Utara-Selatan Jateng serta Lintas Selatan Jateng ini dilakukan dengan menyusuri jalan dari Tegal-Purwokerto-Yogyakarta-Magelang-Ambharawa-Semarang.
Dari hasil pantauan tersebut, kondisi jalan dari Yogyakarta sampai Magelang relatif baik dengan kapasitas yang mencukupi. Namun, setelah Magelang, kira-kira 15 km menjelang Ambharawa, ada potensi terjadi bottleneck mengingat lebar jalan yang masih 7 meter dan padatnya lalu lintas serta banyaknya truk sehingga kecepatan hanya sekitar 30 km per jam.
"Kita berharap agar kondisi ini dapat menjadi lebih baik selama arus mudik lebaran karena truk tidak beroperasi dan hanya kendaraan-kendaraan kecil yang lewat. Adapun setelah sampai Ambharawa sudah tertolong dengan adanya Lingkar Ambharawa," papar Taufik.
Potensi titik macet lainnya ada pada beberapa titik pasar tumpah di kota-kota yang berada di sepanjang jalur yang ditinjau seperti di Gombong. Namun, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk pengaturan pasar tumpah tersebut, dan untuk pengamanan pada saat mudik lebaran akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Kepolisian.
Menurut Taufik, Kementerian PU juga akan mengusulkan dilakukannya pengaturan khusus yaitu melalui koordinasi antara Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, dan Polri untuk mengatur arus lalu lintas dari Yogyakarta-Magelang menuju Semarang dan dari Semarang menuju Solo yang bertemu di pertigaan Bawen. Dengan pengaturan tersebut diharapkan pada puncak arus mudik dan arus balik kendaraan dapat lewat dengan lancar.
Lebih lanjut, Taufik mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas juga akan dilakukan di flyover Jombor mengingat underpass Jombor belum bisa digunakan. Pengaturan lalu lintas dengan traffic light dilakukan untuk mengatasi sementara konflik lalu lintas dari kota Yogyakarta menuju Magelang dan konflik lalu lintas dari barat ke timur. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.