CEO PepsiCo, Indra K Nooyi. (Foto: Reuters) JAKARTA - Bagi orang Asia tentulah sangat sulit untuk mendapatkan tempat di perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS). Tapi masyarakat Asia tidak perlu berkecil hati karena hal ini. Pasalnya, sudah beberapa orang Asia ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) di berbagai perusahaan terkenal Amerika.
Salah satunya adalah CEO PepsiCo, Indra Krishnamurthy Nooyi. Indra adalah Chairman dan CEO PepsiCo, salah satu perusahaan pemimpin industri makanan dan minuman global. Dia Lahir pada 28 Oktober 1955 di Chennai, sebelumnya bernama Madras, India selatan.
Indra adalah anak tengah dari Krishnamurthy, seorang akuntan, dan Shantha, ibunya, adalah seorang ibu rumah tangga. Kakaknya Chandrika Tandon dan adik Narayan Krishnamurthy keduanya pengusaha. Dia menikah dengan Raj Kishan Nooyi, konsultan insinyur dan manajemen. Mereka memiliki dua anak perempuan Preetha, 26 dan Tara, 17, dan kini tinggal di Greenwich, Connecticut.
Pada 1974, doa menyelesaikan gelar sarjana di MCC jurusan kimia, fisika dan matematika. Dia melanjutkan untuk mengejar gelar master dalam administrasi bisnis (MBA) dengan konsentrasi di bidang keuangan dan pemasaran di Indian Institute of Management (IIM). Setelah mendapatkan gelar MBA pada 1976, dia mendapat pekerjaan pertamanya di Mettur Beardshell Ltd, sebuah perusahaan tekstil. Dia kemudian pindah ke Johnson & Johnson sebagai manajer produk.
Indra pertama kali datang ke Amerika pada 1978, untuk menempuh pendidikan di sekolah pascasarjana Yale University School of Management (SOM), lewat program beasiswa. Indra secara cepat beradaptasi dengan kehidupan di Amerika Serikat. Program SOM di Yale sangat cocok dengan kemampuan intelektual dan pendekatan praktis untuk bisnis.
Dia datang ke Amerika bukan sebagai orang kaya. Karenanya, untuk tetap hidup di sana dia harus bekerja shift sebagai resepsionis di asramanya, dengan bayaran lebih dari 50 sen per jamnya. "Aku tahu bagaimana rasanya menjadi orang asing. Saya sudah mengalaminya secara langsung," kata dia seperti dilansir dari laman Harvard, mengutip Wall Street Journal.
Bukan perkara mudah memang untuk mendapatkan uang guna menunjang kehidupannya. Dia bahkan harus mengenakan sari, baju khas India, untuk bekerja karena dia tidak mempunyai uang untuk membeli setelan bisnis. Dari kerja keras tersebut, akhirnya dia mampu mengumpulkan USD50 dan membeli terusan yang ukurannya terlalu besar. Setelah itu, dia pun mencoba melamar pekerjaan dengan memakai terusan tersebut, namun ditolak.
Putus asa, Indra hanya mampu menangis. Meski demikian, dia tidak menyerah, dan meminta saran dari dosennya. "Dia mengatakan pada saya untuk menjadi diri sendiri. Dan dalam wawancara berikutnya, saya mengenakan sari dan saya diterima bekerja," tutur Indra.
Pada 1980, Indra lulus dari Yale University dengan gelar master di bidang manajemen publik dan swasta. Dia bekerja di The Boston Consulting Group (BCG) selama enam tahun sebagai direktur proyek strategi perusahaan internasional. Pada 1986, dia pun pindah ke Motorola, dan dua tahun setelahnya dia dipromosikan sebagai wakil presiden dan direktur strategi perusahaan.
Pada 1990, dia bergabung dengan Asea Brown Boveri Inc (ABB), sebuah perusahaan Swedia yang berfokus pada manufaktur peralatan industri dan pembangkit listrik di seluruh dunia. Dia menjabat sebagai wakil presiden senior dan direktur strategi perusahaan dan pemasaran strategis. Indra menangani divisi perusahaan ABB dan memimpin program pembangunan yang memberikan perusahaan keunggulan di Amerika Utara.
Pada 1994, Indra mulai menancapkan kukunya di berbagai perusahaan Amerika. Puncaknya, CEO General Electric (GE) Jack Welch meminta dia untuk bergabung di GE. Namun, sesaat sebelum dia menerima tawaran tersebut, Wayne Calloway, CEO PepsiCo dan Anggota Dewan GE sebelumnya, mengajukan penawaran ke Indra.
"Jack Welch adalah CEO terbaik yang saya tahu, dan GE mungkin adalah perusahaan terbaik" tutur Indra.
Akhirnya dia pun menolak tawaran GE dan menerima jabatan sebagai wakil presiden senior dari strategi perusahaan dan pengembangan di PepsiCo. Indra secara signifikan mengubah portofolio PepsiCo, yang menyebabkan dia promosi sebagai Presiden Chief Financial Officer (CFO) dan terpilih untuk dewan direksi pada Mei 2001.
Pada 16 Agustus 2006, CEO PepsiCo Steve Reinemund mengumumkan pensiun dini dan menunjuk dia untuk menggantikan posisinya, dan menjadikan Indra sebagai wanita pertama yang memimpin perusahaan saingan Coca-Cola, dan CEO ke-5 di PepsiCo.
Dengan pengalaman yang luas dan keinginan untuk mempromosikan perubahan dalam bisnis, dia meluncurkan visinya dalam motto PepsiCo "Performance with Purpose". selama kariernya, dia telah mengambil langkah-langkah untuk membuat PepsiCo lebih sadar akan kesehatan dengan menambahkan merek sehat melalui akuisisi beberapa produk.
(mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.