Selasa, 01 Juli 2014

Home » Sindikasi economy.okezone.com: Bulan Puasa, Saham Sektor Berikut Sangat Potensial

,
Sindikasi economy.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Economy 
Explore DIRECTV

Enjoy HD DVR service in every room. Get every game every Sunday. Watch hit movies and shows anywhere. Bundle and save today!
From our sponsors
Bulan Puasa, Saham Sektor Berikut Sangat Potensial
Jul 1st 2014, 00:58

Grafik harga saham. (Foto: Okezone)Grafik harga saham. (Foto: Okezone) JAKARTA - Dari pergerakan pasar saham dalam kurun waktu lima tahun terakhir terlihat bahwa hanya dua kali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan di bulan puasa Ramadan dan selebihnya positif.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, hal yang sama juga terjadi pada indeks sektoral di mana cenderung terjadi penguatan sepanjang bulan puasa tersebut.

"Hanya sekali terjadi pelemahan secara keseluruhan, yaitu pada 2011," ucap Reza dalam risetnya, Selasa (1/7/2014).

Reza menambahkan, namun demikian perlu dicermati lebih teliti sektor-sektor mana saja yang dapat konsisten memberikan kenaikan dibandingkan sektor-sektor lainnya. Sepanjang pergerakan lima tahun tersebut, tercatat sektor consumer goods mampu secara konsisten memberikan kenaikan.

"Hal ini tidak terlepas dari beredarnya ekspektasi bahwa sepanjang bulan puasa Ramadan terjadi peningkatan permintaan, dalam hal ini produk-produk makanan dan minuman," imbuhnya.

Di sisi lain, peningkatan tersebut juga terjadi pada barang-barang kebutuhan konsumsi non makanan minuman antara lain perawatan tubuh dan kesehatan. Tentu saja, emiten-emiten yang bergerak di bidang ini mendapat berkah dengan datangnya bulan Ramadan yang berupa peningkatan pembelian barang-barang tersebut.

Masyarakat pun cenderung melakukan pembelian lebih banyak dari biasanya kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kekhawatiran akan naiknya harga sepanjang bulan puasa sehingga mereka lebih cenderung melakukan pembelian dengan jumlah banyak untuk disimpan, kekhawatiran akan kemungkinan langkanya barang-barang kebutuhan pokok sepanjang bulan puasa, dan mungkin juga karena adanya penjualan promo yang ditawarkan para gerai ritel terhadap beberapa produk consumer goods.

"Dengan demikian, untuk tahun ini masih ada potensi bagi saham-saham konsumer kembali mengalami kenaikan dengan asumsi masih terjaganya daya beli masyarakat, tidak terjadi lonjakan harga, tidak adanya sentimen negatif yang membuat pasar saham rontok secara keseluruhan dan kemungkinan terjadinya peningkatan volume penjualan para emiten-emiten konsumer," paparnya.

Yang menarik ialah, sepanjang bulan puasa, ternyata sektor perkebunan konsisten tidak memberikan gain, kecuali sekali di tahun 2010 yang sempat positif. Padahal hasil dari perkebunan, terutama CPO dapat dijadikan bahan baku penunjang salah satu sub-consumer goods. Tetapi, sepertinya hal tersebut tidak berlaku.

Begitu pun dengan pertambangan yang juga cenderung melemah sepanjang bulan puasa, kecuali di tahun 2009 dan 2010. Pelaku pasar kemungkinan melihat permintaan mana yang lebih besar di masyarakat.

"Sudah tentu yang mereka lihat adalah (sepanjang bulan puasa) apa yang dapat di makan dan minum maupun kebutuhan lain yang berhubungan dengan fisik manusia. Apakah seseorang di bulan puasa mengkonsumsi timah, seng, dan komoditas lainnya secara langsung? Tentu tidak, tapi jika ditanyakan, apakah seseorang mengkonsumsi nasi, sayuran, mie, dan makanan lainnya, termasuk juga mengkonsumsi obat dan vitamin? Tentu jawabannya iya," kata Reza.

Dari ulasan singkat tersebut, selanjutnya pelaku pasar dapat kembali meningkatkan bobot portofolionya pada saham-saham yang bergerak di bidang konsumer dan saham-saham lainnnya yang banya maupun sedikit berhubungan dengan bulan puasa antara lain sektor industri dasar melalui saham-saham makanan olahan,  sektor perdagangan dengan saham-saham ritelnya, dan lainnya.

Apakah tahun ini dapat berulang, tentu bisa kembali berulang dengan berbagai asumsi antara lain stabilnya harga barang di pasar yang berujung pada terkendalinya laju inflasi, nilai kurs Rupiah yang tidak terlalu fluktuatif, tidak terkontaminasinya pasar yang berujung pada pelemahan karena sentimen dari Piala Dunia dan hasil Pemilu Capres dan Cawapres nantinya, dan tidak terlalu paniknya pelaku pasar dalam menanggapi sentimen yang ada. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions