Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone) JAKARTA - Perekonomian Indonesia pada triwulan II diyakini akan terus tumbuh. Hal ini ditunjukkan dengan penyesuaian lebih lanjut yang masih berlangsung.
Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina mengatakan, pihaknya berharap tekanan inflasi tahun ini masih berada di sekitar 5,3 persen yoy dengan menaikan harga adanya kenaikan tarif dasar listrik.
"Pada inflasi, kami mengharapkan tekanan terbatas tahun ini untuk penyesuaian tarif listrik. Kami mempertahankan asumsi kami bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) harus dinaikkan paling cepat pada awal tahun depan," ungkap dia dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (12/7/2014).
"Jadi kami mengharapkan inflasi tahun ini masih berada di sekitar 5,3 persen yoy. Ini mengalami revisi turun dari perkiraan kami sebelumnya sebesar 5,6 persen yoy, karena inflasi Juni angkanya secara signifikan lebih rendah dibandingkan faktor musiman," tambah dia.
Di sisi lain, dia memperkirakan nilai tukar Rupiah akan tetap berada di kisaran Rp11.600 per USD hingga akhir tahun ini, mengingat masih ada beberapa sentimen yang dapat menekan pergerakan Rupiah.
"Kami mempertahankan harapan kami bahwa BI rate akan tetap sebesar 7,5 persen sepanjang tahun, dengan demikian BI dapat memilih untuk menolerir melemahnya Rupiah untuk mendukung penyesuaian defisit transaksi berjalan," tukas dia.
(mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.