Rita Ayuningtyas - 02 Juli 2014 05:18 wib

Ilustrasi -- Antara/Yusran Uccang
Metrotvnews.com, Jakarta: Tim kampanye Joko Widodo dan Jusuf Kalla menegaskan pasangan capres-cawapres nomor urut dua itu tidak pernah membagikan uang agar masyarakat memilihnya. Jokowi-JK tegas mengharamkan jalur curang untuk memenangkan pertarungan Pilpres 2014.
Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan, menduga operasi pembagian uang itu mungkin disertai skenario penangkapan. Dia percaya ini merupakan usaha untuk merusak citra Jokowi-JK lewat tudingan money politic.
"Oleh karena itu, semua pihak harus mewaspadai dan para relawan diminta menangkap para pembagi uang tersebut dan membawa mereka ke polisi," ujarnya dalam rilis kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu (2/6/2014).
Dia menegaskan Jokowi-JK sejak awal tidak pernah melakukan transaksi-transaksi seperti itu. Termasuk saat menjalin dukungan dengan partai politik. Jokowi-JK tidak pernah menjanjikan apa pun kepada partai pendukung.
"Tidak ada tawaran soal kursi kabinet, tidak ada tawaran menjadi direksi BUMN, dan tidak ada uang mahar untuk membayar dukungan. Sikap seperti itu akan terus dipelihara selama kampanye hingga pemilu dan pembentukan kabinet nanti," tandasnya.
Ferry juga meminta agar simpatisan tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun selama minggu tenang. Kader dan simpatisan Jokowi-JK, lanjutnya, harus menunjukkan jati dirinya sebagai warga negara yang tahu dan taat hukum.
(Bob)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.