Kamis, 10 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: BI Rate Diprediksi Tetap 7,5%

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
The Best Way to Manage your Money.

Start using Mint today to set a budget, track your goals and do more with your money.
From our sponsors
BI Rate Diprediksi Tetap 7,5%
Jul 10th 2014, 02:50, by Ilyas Istianur Praditya

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini dijadwalkan akan kembali melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk membahas mengenai perkembangan ekonomi terkini untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

Sejumlah ekonom memperkirakan dalam RDG ini Bank Indonesia tetap akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya (BI rate) di level 7,5 persen dengan landing facility dan suku bunga deposit fasility masing-masing tetap pada level 7,5 persen dan 5,75 persen.

"Saya perkirakan BI akan tetap menahan BI rate di level 7.5 persen," ungkap Chief Ekonom Bank Mandiri, Destri Damayanti kepada Liputan6.com, Kamis (10/7/2014).

Destri menjelaskan, hal itu disebabkan BI masih akan mempertahankan kebijakan prudentnya dalam rangka mengantisipasi tekanan yang masih mungkin terjadi terhadap sektor eksternal yaitu defisit transaksi berjalan.

"Selain itu juga tekanan suku bunga global yang diperkirakan akan sgera meningkat seiring dengan membaiknya ekonomi global," jelasnya.

Senada dengan Destry, Ekonom asal Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetyantono mengungkapkan keputusan dengan tetap mempertahankan suku bunga tersebut juga akan mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

"BI rate tetap. Meski saya duga besok rupiah menguat, namun belum cukup alasan menurunkan suku bunga acuan," kata Tony.

Faktor lainnya, menurut Tony adalah masih dalam musim lebaran di mana potensi kenaikan inflasi di Indonesia akan semakin tinggi, sehingga BI rate pantas untuk dipertahankan.

"Tidak mungkin menurunkan BI rate dalam kondisi seperti ini. Peluang penurunan nanti sesudah kita resmi punya Presiden baru dan capital inflows deras. Sabar dulu," pungkas dia. (Yas/Ndw)

(Nurseffi Dwi Wahyuni)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
Gedung BI.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions