Rabu, 02 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang di Papua

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
The Best Way to Manage your Money.

Start using Mint today to set a budget, track your goals and do more with your money.
From our sponsors
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang di Papua
Jul 2nd 2014, 02:32, by Katharina Janur

Liputan6.com, Jayapura - Penduduk miskin mencapai 924.410 orang di Papua pada Mei 2014. Jumlah ini turun sebesar 1,47 persen atau sekitar 36.200 orang, dibandingkan jumlah penduduk miskin pada September tahun lalu yang berjumlah 960.560 rorang.

Penduduk miskin terkonsentrasi di daerah perdesaan sekitar 889,04 ribu orang, sementara penduduk miskin yang tinggal di perkotaan sebesar 35,37 ribu orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Didik Koesbianto menuturkan Garis Kemiskinan (GK) di perkotaan sepanjang Maret 2014 sebesar Rp 404.944 lebih tinggi dari perdesaan yang mencapai Rp 338.206.

Hal tersebut berarti  biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal yang layak untuk makanan. Makanan termahal terdapat di perkotaan dibandingkan di pedesaan. Peranan komoditi makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan), persentasenya berkisar 74,74 persen berbanding 25,26 persen.

"Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap GK di perkotaan adalah beras, rokok kretek, telur ayam ras, gula pasir, ikan kembung, dan bawang merah.  Sedangkan komoditi yang berpengaruh besar terhadap GK di perdesaan adalah ketela rambat, beras, rokok kretek, dan daging babi," ujar Didik, Rabu (2/7/2014).

Dalam sebuah kesempatan, Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui penduduk miskin di Papua tidak hanya terdapat di kampung, namun juga ada di perkotaan. Kemiskinan tersebut dapat terlihat masih adanya penduduk yang kekurangan gizi.

"Bahkan ada penduduk yang selama satu tahun menggunakan pakaian yang sama dan tak pernah dicuci. Ini sangat miris. Kita harus keluar dari situasi seperti ini," jelasnya. (Katharina J/Ahm)

(Agustina Melani)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
KantorBPS.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions