Liputan6.com, Chicago - Harga emas berjangka di Divisi New York Mercantile Exchange hampir tak berubah karena investor sedang mencari arah baru untuk harga emas. Selain itu, tak ada sentimen yang terlalu kuat juga menjadi penyebab harga emas tak banyak mengalami perubahan.
Mengutip dari Xinhua, Rabu (9/7/2014), kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus hanya turun US$ 0,5 atau 0,04 persen menjadi US$ 1,316,5 dolar per ounce.
Proyeksi perkiraan harga emas para analis terpecah. Beberapa analis memperkirakan bahwa pada minggu ini harga kontrak emas akan menggalami kenaikan. Tetapi beberapa analis lain memperkirakan bahwa kenaikan yang terjadi selama ini sudah terlalu tinggi sehingga akan mendorong harga emas turun.
Beberapa minggu terakhir, harga emas memang terus-menerus mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut disebabkan karena adanya ketegangan geopolitik di Ukraina dan di Irak. Bahkan, harga emas sempat mencatatkan rekor tertinggi.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, ada kekawatiran akan rencana bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve. Sebagian orang mengatakan, The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Hal itu memberikan tekanan terhadap harga emas pada awal pekan ini.
Sayangnya, kekuatan beberapa sentimen-sentimen tersebut sudah tidak terlalu besar saat ini sehingga harga emas tidak banyak bergerak.
Harga perak untuk pengiriman September turun 0,1 sen menjadi US$ 21.013 per ounce. Sedangkan harga platimun untuk pengiriman Oktober naik US$ 0,9 atau 0,06 persen menjadi US$ 1.496,5 per ounce. (Gdn)
(Arthur Gideon)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.