Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak reli dengan indeks saham Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor pada perdagangan saham awal Juli. Penguatan ini didorong dari aktivitas manufaktur AS dan Asia sehingga mengangkat optimisme terhadap pemulihan ekonomi global.
Pada perdagangan saham Selasa (Rabu pagi WIB), indeks saham Dow Jones menguat 129,47 poin atau 0,77 persen ke level 16.956,07. Sementara itu, indeks saham S&P 500 naik 0,67 persen atau setara 13,09 poin ke level 1.973,32. Indeks saham Nasdaq menguat 50,47 poin atau 1,14 persen ke level 4.458,65.
Penguatan bursa saham AS dipicu dari rilis data ekonomi terutama manufaktur AS. Indeks hasil pabrik AS sedikit berubah mendekati level tertinggi dalam lima bulan. Hal itu mendorong kepercayaan diri pelaku pasar terhadap ekonomi AS.
The Insitute for Supply Management menunjukkan aktivitas pabrik nasional sedikit berubah ke level 55,3 dari periode Mei di level 55,4. Lalu indeks manufaktur AS, naik ke level 57,3 yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2010.
Selain itu, rilis data ekonomi itu dapat menimbulkan spekulasi kalau bank sentral AS The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada 2015. Tak hanya data hasil pabrik AS, penjualan ritel AS juga mengalami kenaikan pada minggu ini, seperti dirilis ICSC. Penjualan ritel naik 4,6 persen pada pekan lalu. Kenaikan itu ditopang dari penjualan di wholesale club store, apparel, dan diskon.
"Level aktivitas pabrik nasional sama pada Mei ini menunjukkan berita positif untuk manufaktu Amerika Serikat," ujar Anthony Karydakis, Chief Economic Strategist Miller Tabak, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/7/2014).
Bursa saham AS ini cenderung naik juga mendapatkan sentimen positif dari data ekonomi Asia seperti Jepang dan Cina. Manufaktur Jepang naik pada Juni didorong dari peningkatkan ruma. Indeks purchasing manager China berada di level 51, dan level itu melebihi harapan pasar. Sementara itu, pertumbuhan di zona Euro cenderung melambat.
Penguatan indeks saham Dow Jones mendekati level 17.000 ini juga didorong dari reli saham unggulan. Saham IBM naik 2,8 persen menjadi US$ 186,35. Saham Visa Inc naik 1,7 persen menjadi US$ 214,25.
Saham Twitter menguat 2,6 persen menjadi US$ 42,05 setelah direktur Goldman Sachs akan menjadi direktur keuangan baru perseroan. Volume perdagangan saham yang ditransaksikan mencapai 5,84 miliar saham. Jumlah ini sama dengan rata-rata bulan lalu. (Ahm/)
(Agustina Melani)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.