Selasa, 08 Juli 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Proyek PLTU Batang Setop, PLN Dorong Pembangunan Pembangkit Lain

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
Great rates not enough?

OptionsHouse is a cutting-edge platform with award-winning technology. Even with our professional tools, you'll still pay great rates.
From our sponsors
Proyek PLTU Batang Setop, PLN Dorong Pembangunan Pembangkit Lain
Jul 8th 2014, 03:14, by Pebrianto Eko Wicaksono

PLTU Pacitan merupakan salah satu pembangkit listrik yang dimiliki PLN untuk menghasilkan daya listrik sebesar 630 megawatt (Liputan6.com/ Panji Diksana)

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) menyatakan harus ada percepatan pembangunan pembangkit listrik lain untuk mengatasi ketertinggalan. Hal itu karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang mengalami penundaan.

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN, Murtaqi Syamsuddin mengatakan, dengan berhentinya pembangunan PLTU Batang maka tidak bisa beroperasi sesuai target 2019. Oleh karena itu, agar tidak terjadi defisit listrik perlu percepatan pembangunan pembangkit lain.

"Ya, proyek itu mundur. Tidak mungkin 2019 bisa on stream. Langkah strategisnya dengan mempercepat proyek-proyek lainnya yang seharusnya belum maka 2019 dipercepat," kata Murtaqi, seperti yang ditulis di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Murtaqi menyebutkan,  salah satu proyek yang dipercepat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap  (PLTGU) Tanjung Priok dan Muara Karang.

"Meski kecil hanya 800 Mega Watt. Tapi ini bisa menopang kebutuhan yang sangat besar di Jawa bagian Barat," ungkapnya.

Menurut Murtaqi, untuk mengatasi permasalahan PLTU Batang sebenarnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah memiliki dua solusi. Pertama, diselesaikan secara business to business tetapi ini tidak mungkin dilakukan. Kedua, pemerintah pusat masuk tujuannya agar pembebasan lahan menjadi lebih mudah.

"Namun, PLN berharap agar ketika pemerintah pusat masuk, ini tidak akan mengubah kesepakatan harga antara BPI (Bhimasena Power Indonesia) dengan PLN," tutupnya.

PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah menyatakan melalukan penundaan pembangunan PLTU berkapasitas 2X1000 Mw tersebut.

Perusahaan yang 34 persen sahamnya dimiliki oleh PT Adaro Power (Adaro) mengumumkan penundaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa Tengah setelah Jumat minggu lalu Perseroan mengirimkan surat kepada pemangku kepentingan terkait khususnya PLN dan kepada kontraktor EPC.

Dalam suratnya, BPI menyatakan terpaksa mengumumkan keadaan kahar (force majeure) dikarenakan sebagian kecil pemilik lahan yang tersisa tetap bersikeras dan secara tidak masuk akal menolak menjual lahannya tanpa alasan yang jelas dan wajar. (Pew/Ahm)

(Agustina Melani)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions