Tsai Eng Meng. (Foto: Forbes) JAKARTA - Tsai Eng Meng merupakan Chairman Want Want Food, perusahaan produsen makan ringan raksasa di Taiwan. Dia kembali didaulat menjadi yang terkaya di Taiwan.
Padahal, kekayaannya turun USD1 miliar sejak Mei 2013 akibat turunnya harga saham perusahaannya di bursa Hong Kong. Kini, pria 57 tahun ini memiliki kekayaan sebesar USD9,6 miliar.
Want Want menjual makanan ringan (snack), mulai dari crackers sampai spicy peanuts. Produk dairy menyumbang 52 persen dari penjualan tahun 2013 yang mencapai USD3,8 miliar. Demikian dilansir Forbes, Kamis (26/6/2014).
Karyawannya mencapai 58 ribu orang, ditambah dengan jaringan vast sales untuk mempromosikan produk snack dan berverages produksinya.
Tsai juga memiliki investasi di sektor perhotelan, yakni San Want. Dia juga memiliki perusahaan jasa keuangan, yakni Waterland dan Union Insurance. Dia juga memiliki saham di China, yakni Times newspaper dan China Television Co.
Want Want menjadi pemain handal di industri makanan dan minuman di China, bersaing dengan Coke, Pepso dan Unilever. Perusahaan ini awalnya hanya menjual produknya di rumah pada tahun 1990.
Tsai mengambil alih bisnis makanan dan ikan milik ayahnya pada tahun 1970-an. Dia lalu membuat ikan mackarel dan tuna menjadi snack crackers.
Berbekal ambisinya, pada usia 19 tahun dia pergi ke Jepang untuk mempelajari kesepakatan lisensi teknologi dengan Iwatsuka Confection untuk alat pembuat cracker dari nasi.
Tapi sekarang, Want Want mendominasi bisnis rise cracker di Taiwan, dan dia juga mendominasi bisnis ini di China daratan pada 1980. Pada 1992, Want Want membuka pabrik pertamanya di Changsa. Saat ini, Want Want terus menarik perharian konsumer dengan meluncurkan produk-produk terbarunya.
Saat ini, Presiden China Xi Jinping menyebut perlambatan ekonomi China adalah hal yang normal, hal tersebut mempengaruhi industri makanan. Want Want pun berniat mengonsolidasikan pabrik-pabrik yang dia miliki, untuk efisiensi.
Untuk itu, perusahaan merencanakan belanja modal USD458 juta untuk merelokasi pabrik-pabriknya. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya dia hanya menganggarkan belanja modal USD200-USD300 juta. (mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.