Pertamina Bantah Adanya Kelangkaan Elpiji (Ilustrasi: Okezone) JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membantah adanya isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG/elpiji) 3 kilo gram (kg) maupun 12 kg di beberapa wilayah Tanah Air.
"Kita enggak bisa katakan itu kelangkaan, malah ada didaerah itu lebih biasanya 5 persen," ucap Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Minggu (29/6/2014).
Ali menambahkan, saat ini Pertamina tengah melakukan penataan agen-agen elpiji di seluruh Indonesia dengan penerapan Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 kg (Simolek) yang merekam data terkait suplai elpiji 3 kg ke agen-agen dan pengecer.
"Ini penataan untuk pemerataan jatah untuk agen-agen di suatu daerah, sehingga mengetahui kedepan lebih dari kebutuhan daerah tersebut," paparnya.
Ali menjelaskan, dengan sistem ini merekam akan data base suplai ke agen, itu mencerminkan kebutuhan rata-rata masyarakat di suatu wilayah. Pertamina tidak akan menambah pasokan yang tidak sesuai dengan data itu.
Sebelumnya, keberadaan LPG 3 kilogram (Kg) mulai sulit ditemui atau langka di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sejumlah toko yang biasa menjual LPG melon kehabisan stok, dan mengakibatkan masyarakat kebingungan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus membeli LPG ke agennya karena di toko-toko dekat rumah warga kehabisan stok. Kondisi tersebut terjadi sejak sepekan terakhir.
"Sekarang LPG 3 Kg sulit untuk didapatkan. Kemarin saya ke agennya hanya dikasih lima tabung. Saya ingin membeli lebih tidak boleh," terang salah seorang pemilik toko yang jualan LPG, Sholeh belum lama ini.
Padahal jika hari biasa, LPG tidak dibatasi bahkan sampai 30 tabung dengan proses cepat dan mudah. Masyarakat tinggal menghubungi agen, lalu diantar ke tokonya. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.