Kemenangan Belgia atas Aljazair 2-1 di laga penyisihan Piala Dunia Grup H di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, (17/6/2014), disambut meriah para suporter yang menonton lewat layar raksasa di Brussels. (REUTERS/Francois Lenoir)
Liputan6.com, New York - Selama Piala Dunia berlangsung, beberapa negara di kawasan Amerika Latin mulai merasakan perlambatan aktivitas ekonomi mengingat sebagian besar karyawannya terlalu sering menonton pertandingan.
Tak melulu merugikan, menonton Piala Dunia ternyata juga mampu meningkatkan produktivitas para karyawan.
Mengutip laman Forbes, Jumat (27/6/2014), sebagian pengusaha justru membantu para pegawai agar dapat menyaksikan pertandingan sepakbola di kantor.
Seperti diungkapkan manajer pemasaran GetCourse, Ross, dia mengubah pertandingan sepakbola sebagai alat penyemangat kerja bagi para karyawan.
Dia mengaku memasang layar besar di salah satu ruang pertemuang di kantor untuk digunakan sebagai tempat menonton sepakbola bersama.
"Energi di kantor sangat menyenangkan. Setiap orang merasa lebih dekat dengan rekan kerjanya. Itu menambang semangatnya untuk bekerja bersama dengan baik," jelasnya.
Ross menjelaskan, itu merupakan perbedaan besar yang berhasil diterapkan di kantornya. Semangat menonton Piala Dunia bersama ternyata dapat menyebar hingga saat dirinya bekerja.
Dampaknya sangat kuat dalam meningkatkan kinerja dan semangat para karyawan di kantor.
"Kami memang sengaja menjadikannya peluang tak hanya meningkatkan semangat karyawan tapi juga mempererat tim kerja di kantor. Kami bahkan membiarkan mereka menonton saat malam hari," jelasnya.
Banyak karyawan dari berbagai divisi berkumpul dan menonton bersama untuk menonton berbagai pertandingan. Hebatnya, para karyawan masih tetap mampu menyelesaikan berbagai pekerjaannya. (Sis/Nrm)
(Nurmayanti)