Ilustrasi listrik. (Foto: Heru/Okezone) JAKARTA - Pemerintah akan memberlakukan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada awal Juli ini. Meski naik, namun harga listrik di Indonesia masih lebih murah ketimbang di negara tetangga.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, mengatakan listrik Indonesia masih lebih murah dibanding tarif listrik untuk industri yang berada di Thailand, Filipina dan Singapura.
"Hal Itu berdasarkan kajian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, jika seandainya subsidi listrik dicabut listrik kita masih di bawah tarif listrik industri Thailand, Filipina dan Singapura," ucapnya di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Rencana kenaikan TDL sesuai dengan roadmap akan diberlakukan 1 Januari 2015, namun mengingat keadaan fiskal yang kurang baik, rencana tersebut dimajukan 1 Juli 2014.
"Sesuai roadmap 1 Januari 2015 sampai kuartal IV, tapi karena kondisi dari financial berat, kita harus mengamankan pengendalian infrastruktur kan daripada pembangunan infrastruktur kita korbankan, ya sudahlah ini kenaikan dipercepat," tandasnya.
Rencananya, pemerintah akan menghapus subsidi listrik terhadap industri I-3 non-go public, Rumah Tangga R-2 yakni 3.500 VA -5.500 VA, Pemerintah P-2 yakni di atas 200 kVa.
Rumah tangga R-1 yakni 2.200 VA, penerangan jalan P-3 dan Rumah tangga P-1 yakni 1.300 VA secara berahap, setiap dua bulan yang akan mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2014.
Jika keputusan tersebut diterapkan sesuai dengan rencana, maka sepanjang 2015 negara akan mendapatkan penghematan sebesar Rp8,5 triliun, dan tahun ini sebesar Rp 30 triliun.
(mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.