Liputan6.com, New York - Saham-saham Asia melemah mengikuti pelemahan saham-saham di Amerika Serikat (AS). ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di Amerika menjadi salah satu pemicunya.
Seperti ditulis oleh Reuters, pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (27/6/2014), Indeks Nikei 225, Jepang, turun 41 poin (0,27 persen) menjadi 15.266. Indeks Korea Selatan juga turun 0,5 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik tidak termasuk Jepang, bergerak mendatar.
Keluarnya data belanja konsumen AS yang hanya naik tipis menjadi salah satu penyebab melemahnya saham-saham di kawasan Asia. Data belanja konsumen tersebut tidak sesuai dengan perkiraan awal para analis.
Semula, analis memperkirakan pertumbuhan konsumsi di Amerika cukup tinggi sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Tetapi dengan tidak sesuainya data dengan ekspektasi tersebut membuat keyakinan pelaku pasar turun.
Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama kemarin tercatat 2,9 persen, yang merupakan kinerja terburuk dalam kimat tahun terakhir.
"Itu jelas-jelas terbukti bahwa pertumbuhan ekonomi memang tak bagus. Selama ini faktor cuaca buruk selalu menjadi alasan," ungkap Kepala Analis Obligasi Daiwa Securities, Tohru Yamamoto seperti ditulis oleh Reuters, Jumat (27/6/2014).
Co-Manager Wilmington Broad Market Bond Fund, WIlmer Stith memberikan gambaran, dengan kenyataan tersebut, hampir sama dengan seseorang yang mendapat nilai F di tes pertama sehingga sulit untuk membuat nilai itu menjadi A dalam ujian ulang. "Bagaimana nanti dengan kuartal selanjutnya kemungkinan besar hampir sama," katanya.
Indeks Standard & Poor 500 (SPX) turun 2,31 poin (0,12 persen) menjadi 1.957,22, indeksIIndeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 21,38 poin (0,13 persen) ke level 16.846,13 dan Indeks Nasdaq turun 0,71 poin (0,02 persen) menuju level 4.379,05. (Gdn)
(Arthur Gideon)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.