Liputan6.com, New York - Harga minyak mentah sedikit berubah pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) di tengah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang loyo.
Dilansir dari Xinhua, Sabtu (28/6/2014), harga minyak jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus 2014 turun tipis US$ 10 sen menjadi US$ 105,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus naik US$ 9 sen menjadi US$ 113,3 per barel.
Thomson Reuters dan University of Michigan mencatat indeks kepercayaan konsumen AS untuk bulan Juni sebesar 82,5 atau naik dari pembacaan awal 81,2. Angka ini juga mengalahkan konsensus pasar 81,9.
Data menunjukkan Amerika Serikat memiliki pasokan minyak mentah yang cukup. Persediaan minyak mentah AS turun 1,7 juta barel menjadi 388,1 juta dalam pekan yang berakhir 20 Juni 2014. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman minyak berjangka New York, naik 416 ribu barel menjadi 21,8 juta.
Pedagang minyak terus mencermati Irak. Negara ini merupakan eksportir minyak terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi, mengekspor sekitar 2,5 juta barel per hari.
Laporan-laporan mengatakan pasukan Irak masih mengusasai kilang Baiji, setelah beberapa serangan oleh militan.
Meskipun kekerasan meningkat, ketegangan di pasar memudar pada tanda-tanda bahwa produksi minyak mentah di Irak selatan belum terganggu. Irak selatan menghasilkan lebih dari tiga perempat dari produksi minyak Irak. (Ndw)
(Nurseffi Dwi Wahyuni)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.