Jumat, 27 Juni 2014

Home » Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia: Pernyataan Pejabat The Fed Bikin Wall Street Tergelincir

,
Berita Harian Bisnis, Ekonomi, Pasar Modal Dan Perbankan Indonesia
Berita Bisnis Liputan6.com menyajikan kabar berita terkini dunia bisnis dan investasi, ekonomi, pasar modal hingga perbankan Indonesia 
46% Will Die Broke!

Are You a Baby Boomer? 46% will die broke. Don't become a statistic! Get your FREE "Retirement Kit" Today AVOID this unfortunate fate. Instant download available!
From our sponsors
Pernyataan Pejabat The Fed Bikin Wall Street Tergelincir
Jun 26th 2014, 21:39, by Arthur Gideon

Liputan6.com, New York - Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berguguran setelah Gubernur Bank Sentral St. Louis, Missouri, AS, James Bullard menyarankan, untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan pelaku pasar.

Indeks Standard & Poor 500 (SPX) turun 2,31 poin (0,12 persen) menjadi 1.957,22, indeksIIndeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 21,38 poin (0,13 persen) ke level 16.846,13 dan Indeks Nasdaq turun 0,71 poin (0,02 persen) menuju level 4.379,05.

Seperti ditulis oleh Bloomberg, Bullard dalam sebuah wawancara di Fox Business Network memperkirakan bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan pada kuartal pertama tahun depan. Padahal, pada minggu sebelumnya, Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen belum memastikan kapan kenaikan suku bunga tersebut bisa dilakukan.

Analis RBC Global Asset Management Inc, Ryan Larson berkomentar, apa yang dikatakan oleh Bullard tersebut di luar perkiraan para pelaku dan analis pasar. Komentar Bullard akan bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen, pada pekan lalu. "Adanya perbedaan pernyataan yang dikeluarkan oleh para pejabat Bank Sentral Amerika Serikat ini memberikan tekanan kepada pasar," jelas Larson seperti ditulis oleh Bloomberg, Jumat (27/6/2014).

Di awal bulan ini, bursa saham Amerika menanjak setelah Yellen mengungkapkan bahwa Bank Sentral AS akan mengeluarkan kebijakan yang akomodatif. Menurut Yellen, perbaikan data properti dan bursa saham AS memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara tersebut di atas tren yang ada. Tetapi ia melanjutkan, perlu adanya angka pengangguran yang lebih rendah untuk benar-benar meyakinkan bahwa perekonomian negara tersebut sudah pulih.

Analis Saham Investment Research Inc, Joe Bell menambahkan, selain pasar merespon negatif pernyataan dari Bullard, penurunan bursa di AS juga disebabkan karena ketidakpastian konflik geopolitik yang terjadi di Irak. Akibat konflik tersebut, beberapa perusahaan besar seperti BP Plc dan Exxon Mobil Corp mengevakuasi para pekerjanya. (Gdn)

(Arthur Gideon)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
FOTO.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions