Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera berakhir dan digantikan oleh pemerintahan dengan presiden baru. Pergantian tersebut, akan terjadi pada Oktober 2014.
Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) berharap dengan adanya pemerintahan baru nanti memiliki program yang dapat memajukan ekonomi dalam negeri dan mempunyai terobosan yang baru.
"Nanti setelah Oktober baru kita tahu kabinet dan programnya. Tapi harapan kita reformasi ekonomi dan hukum akan dilanjutkan pemerintah baru," ucap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI) Mirza Adityaswara di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Mirza menambahkan, apabila reformasi ekonomi dilakukan secara tepat, ini akan menjadi penyemangat pertumbuhan ekonomi dalam negeri. "Itu harapan kita semua dan investor, di sektor riil maupun pasar keuangan," imbuhnya.
Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, BI tetap menargetkan di level range 5,6-5,9 persen. "Jadi memang kita agak melambat tapi tidak melambat terlalu dalam," tambah dia.
"Ini memang kita lakukan istilahnya stabilisasi. Supaya impor tidak terlalu besar. Tapi perlambatan ekonomi juga tidak terlalu dalam," pungkasnya.
(mrt)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.