Jumat, 02 Mei 2014

Home » Sindikasi economy.okezone.com: BI: Impor Baru Kencang di Kuartal II & III

,
Sindikasi economy.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Economy 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
BI: Impor Baru Kencang di Kuartal II & III
May 2nd 2014, 08:01

Ilustrasi. (Foto: Okezone)Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menghimbau kepada pemerintah agar serius melakukan diversifikasi energi dalam jangka panjang. Hal ini tidak terlepas dari masih tingginya impor minyak dan gas bumi (migas).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI) Mirza Adityaswara mengatakan, memang saat ini impor migas yang masih tinggi di level USD3,5-USD3,9 miliar dan memang masih kategori tinggi. Walaupun pada Maret, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD680 juta.

"Memang mau tidak mau Indonesia jangka panjang harus ada diversifikasi energi. Karena kalau tidak, kita ini akan impor minyak terus. Kalau impor minyak kan akan membebani neraca perdagangan, neraca pembayaran," ucap Mirza di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Menurutnya, banyak langkah diversifikasi energi seperti panas bumi (geothermal), masif menggunakan gas, energi matahari dan ini harus dapat dilakukan secara serius.

"Walaupun secara umum neraca perdagangan Februari itu surplus. Maret juga surplus. Jadi Current Account Defisit (CAD) harusnya di kuartal I-2014 ini masih sekitar dua persen. Mungkin sedikit lebih tinggi dari dua persen tapi enggak jauh dari perkiraan BI," sambungnya.

Mirza mengungkapkan, yang harus tetap diwaspadai adalah di kuartal II dan kuartal III-2014 karena aktivitas ekonomi kuartal I seasonalitynya lebih rendah dibanding kuartal II dan III, namun di kuartal IV akan turun lagi.

"Biasanya aktivitas impor lebih tinggi di kuartal II dan III. Aktivitas ekonomi kuartal I, orang baru mulai aktivitas, Januari-Februari-Maret mulai jalan, baru April baru kenceng. Kalau kita tidak ada kenaikan ekspor yang signifikan, maka itu bisa menjadi tantangan bagi neraca perdagangan," tegas Mirza.

Menurut dia, secara umum kinerja impor non-migas akan lebih rendah dibanding tahun lalu, asal tidak ada akselerasi. Pasalnya, akselerasi akan membebani neraca pembayaran.

"Kalau impor migas memang kelihatan tidak turun. Yang turun kan impor non-migas. Kalau di kuartal II dan III ini kemungkinan akselerasi lagi karena seasonalitynya. Maka bagi BI, kita masih harus selalu waspada dan prudent monetary policy, growth," pungkasnya. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions