Ilustrasi: (Foto: Okezone) JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan sudah ada beberapa industri yang tutup akibat kenaikan tarif tenaga listrik untuk sektor industri yang berlaku pada hari ini.
"Sudah ada yang tutup duluan beberapa industri kaya industri kimia, karena enggak sanggup bayarnya," ujar Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kepada Okezone, Jakarta, Kamis (1/5/2014).
Menurut Sofjan, sektor-sektor industri yang sangat berdampak atas kenaikan tarif listrik ini adalah industri besi, industri kimia, industri tekstil serta industri yang besar seperti semen.
"Berat lah, dengan adanya kenaikan listrik mau enggak mau cost bakal naik, otomatis ya harga produk akan meningkat juga," tegas dia.
Dia menambahkan, dengan harga produk yang meningkat ini, akan menimbulkan kecemasan para industri karena akan kalah bersaing dengan harga produk impor yang lebih murah.
"Pasti kalah bersaing, impor akan banyak membanjiri karena lebih murah," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, Pemerintah melalui PT PLN (Persero) resmi menaikkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) untuk industri menengah I-3 (go public), industri besar I-4 mulai per hari ini. Kenaikan ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 09 Tahun 2014.
Dalam peraturan tersebut, tarif listrik akan naik setiap dua bulan sekali sekira 8,6 persen untuk perusahaan yang sudah go public (I-3) dan sekira 13,3 persen untuk industri besar (I-4). Dengan demikian, hingga akhir tahun ini tarif listrik untuk golongan I-3 akan naik sebesar 38,9 persen, sementara untuk golongan I-4 akan naik kumulatif sebesar 64,7 persen. (rzy)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.