Syarief Oebaidillah - 02 Mei 2014 16:17 wib

Mendikbud M Nuh--Ant/Widodo S Jusuf
Metrotvnews.com, Jakrta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjamin distribusi naskah soal ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama akan tepat waktu. Kendati ada kekhawatiran akan ada keterlambatan mengingat terdapat naskah yang diganti baru.
Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan, semua naskah sudah siap dikirimkan ke semua daerah. Diperkirakan Minggu pagi (4/5/2014), naskah soal akan sampai di titik simpan terakhir sehingga Senin (5/6/2014) naskah soal akan sampai disekolah untuk diujikan.
"Kita kawal semuanya, insya Allah sudah siap.Semua telah terkirim dan tanggal 5 Mei semua sekolah akan siap melaksanakan UN. Tidak akan ada UN yang terganggu," tegas Nuh pada konferensi pers usai memperingati Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5/2014), di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Nuh yang juga didampingi Wamendikbud Musliar Kasim menjelaskan bahwa pada Kamis kemarin telah mengadakan telekonferensi dengan sejumlah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) daerah di gedung Kemendikbud. Pada telekonferensi tersebut beberapa LPMP menyatakan kesiapannya melaksanakan UN Senin (5/5/2014) pekan depan.
Perwakilan LPMP Jambi menyatakan distribusi naskah terjauh ke kabupaten Kerinci yang menelan waktu hingga 12 jam. Namun memastikan naskah akan sampai pada Minggu (4/5/2014) pagi. Sementara LPMP Papua juga menyatakan kesiapannya melaksanakan UN. LPMP Kalteng menyatakan, diperlukan waktu 14 jam untuk mengirim naskah ke kabupaten Sukamara dan Murungraya namun dipastikan Minggu pagi sudah akan sampai seluruh naskah soalnya.
Mendikbud menyatakan semua daerah sudah siap melaksanakan. Jika ada daerah yang kurang naskah sudah disiapkan naskah cadangan.
Nuh mengingatkan kepada seluruh pengawas untuk tetap waspada akan potensi contek-mencontek. Meski pemerintah tahun ini sudah membuat 20 variasi soal.
"Pengukuran kualitas UN salah satunya adalah tingkat kerahasiaan sampai pelaksanaanya. Ikhtiar sudah dilakukan mulai dari distribusinya hingga tempat penyimpanan yang sudah terproteksi," tegasnya.
Sementara Wamendikbud Musliar Kasim menjawab wartawan usai konferensi pers mengakui adanya naskah soal UN SMP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memuat tentang Jokowi."Ketimbang nanti menjadi polemik lagi di publik, lembaran naskah itu telah kita tarik dan diperbaiki," tegas Musliar.
Ketika ditanya apakah naskah Bahasa Indonesia nantinya terancam bocor? Musliar menukas, "Semoga tetap aman dan tidak bocor."
(Lal)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.