Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Achsanul Qosasih mengatakan rapat di Komisi Keuangan DPR mengenai rencana pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ditunda karena pemberitahuan ke anggota yang terlalu mendadak. Alhasil, para anggota sudah kembali ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing
"Teman-teman itu kan rapatnya mendadak, pengumuman dari sekretariatnya mendadak. Teman-teman sudah pada pulang ke dapil karena kan besoknya langsung penutupan masa sidang. Kemungkinan agendakan tanggal 30 (Oktober)," kata Achsanul ketika menghubungi wartawan kemarin menjelaskan rapat Kamis (24/10) yang ditunda. Hal yang sama membuat rapat kemarin juga dibatalkan.
Namun, menurut politikus Partai Demokrat tersebut, sebetulnya tidak ada masalah lagi mengenai pengambilalihan Inalum. "Kan secara prinsip teman-teman sudah setuju, tinggal formalitas dalam hal mengenai kuorum saja. Semua fraksi sudah setuju. Kalau tidak kuorum kan tidak bagus. Jadi harus kita putuskan untuk rapat lagi," ungkapnya.
Achsanul tidak mempermasalahkan nilai buku yang US$558 juta karena menganggap negosiasi mengenai hal itu adalah wewenang pemerintah. Pandangannya pribadi adalah bagaimana pemerintah harus menjaga kinerja Inalum pasca ditinggal Jepang, termasuk memastikan sudah terjadi alihteknologi.
"Saya ingin tahu posisi keuangan Inalum enam bulan terakhir. Mereka bilang makin membaik," kata Achsanul. "Begitu mereka (Jepang) pergi, tidak lagi urus Inalum, jangan sampai Inalum merugikan negara dan tidak bisa untung." (Gayatri)
Editor: Asnawi Khaddaf