Metrotvnews.com, Jakarta: 30 Perusahaan Indonesia menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di Nigeria.
Hal itu terungkap saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan mantan Presiden Republik Federasi Nigeria Olusegun Obasanjo di Kantor Presiden, Jumat (25/10). Obasnjo mengajak Presiden SBY untuk meningkatkan investasi ke Nigeria.
Pada kesempatan ini, SBY menjelaskan bahwa hubungan baik kedua negara terus berkembang. "Hubungan Indonesia dan Nigeria sangat baik dan berkembang. Dalam kunjungan saya ke Nigeria beberapa saat lalu tercapai kesepakatan dalam berbagai aspek," ujar Presiden.
Presiden Yudhoyono berharap Obasanjo dapat berpartisipasi dalam peningkatan dan penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Nigeria atau berkerja sama dalam isu-isu lain yang dihadapi dunia. Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan ini, antara lain, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkum dan HAM Amir Syamsudin, Mendag Gita Wirjawan, dan Seskab Dipo Alam dan Kepala BKPM Mahendra Siregar.
Ditemui seusai pertemuan Mahendra mengatakan Obasanjo mengharapkan hubungan perdagangan bisa meningkat. Sekarang nilai perdagangan Indonesia-Nigeria mnecapai US$ 4 miliar dan ingin agar setingkat lebih tinggi. "Dalam waktu dekat yang kemudian bisa dicapai dan dipantau," ujar Mahendra.
Kemudian juga investasi yang udah banyak di Nigeria supaya ditingkatkan. Dalam catatannya, ada 12 investasi di Nigeria, meliputi bidang perkebunan, consumer produk, di dalam produk makanan, minuman juga ada, serta produk obat.
"Jadi mereka senang tapi berharap bisa meningkat terus. Dan menggunakan juga Nigeria sebagai basis untuk Afrika maupun ke negara lain. Jadi itu peluang yang beliau harapkan bisa ditingkatkan," tuturnya.
Mahendra menilai, peluang investasi di Nigeria besar, karena memang Nigeria merupakan negara ekonomi terbesar di kawasan tengah dan barat afrika yang punya potensi terus meningkat dan memang pertumbuhannya juga baik.
Jadi semua investor Indonesia di sana terus melakukan perluasan. Ini jadi kesempatan bagi yang lain untuk melihat tetapi juga menarik yang lain dari dalam, menjadikan itu sebagai jaringan dan sekaligus rantai pasok dari perdagangan.
"Setidaknya yang sudah investasi langsung sekitar 12 perusahaan. Tetapi sekitar 30 perusahaan lagi punya agen atau rantai pasok, supply chain, dengan mereka yang ada di sini untuk menjadikan itu penambahan nilai dan juga jalur distribusi. Itu kan terintegrasi. Saya melihatnya itu baik dan saling menguntungkan dari segi investasi dan perdagangan jadinya," tuturnya. (Akhmad Mustain)
Editor: Agus Tri Wibowo